Lewati ke konten utama
Berita.Jepang.org

Jepang Kerahkan AI dan Drone Hadapi Rekor Tertinggi Serangan Beruang

Jepang mulai memanfaatkan teknologi AI dan drone untuk melacak beruang menyusul rekor 238 serangan dengan 13 korban jiwa pada tahun fiskal lalu. Sejak April tahun ini, empat kematian baru dilaporkan di wilayah timur laut, memicu urgensi penggunaan teknologi untuk mencegah pertemuan berbahaya.

NHK WORLD3 mnt

Bagikan Artikel

Penggunaan teknologi drone dan AI untuk melacak beruang di wilayah timur laut Jepang.

Visual Utama

Jepang Kerahkan AI dan Drone Hadapi Rekor Tertinggi Serangan Beruang

Tutup
Penggunaan teknologi drone dan AI untuk melacak beruang di wilayah timur laut Jepang.

4 Korban Jiwa sejak April

Kementerian Lingkungan Hidup Jepang melaporkan 238 korban serangan beruang pada tahun fiskal 2025, termasuk 13 korban jiwa. Terhitung sejak April hingga 3 Juni, serangan beruang yang fatal telah merenggut nyawa 4 orang.

Para korban, yang seluruhnya berada di wilayah timur laut Jepang, mencakup dua perempuan berusia 55 dan 69 tahun di Prefektur Iwate, seorang pria berusia 78 tahun di Prefektur Yamagata, serta seorang perempuan berusia 73 tahun di Prefektur Akita.

Melacak Beruang Menggunakan Teknologi AI

Desa Showa di Prefektur Fukushima, Jepang timur laut, memiliki populasi lebih dari 1.000 jiwa. Biasanya sekitar 30 ekor beruang ditangkap di sana tiap tahun, namun angka tersebut melonjak ke rekor 95 ekor pada tahun lalu dengan satu orang terluka.

Desa Showa, Prefektur Fukushima.
Desa Showa, Prefektur Fukushima.

Pemerintah desa kini mempertimbangkan penggunaan layanan analisis gambar berbasis AI untuk kamera pemantau yang diluncurkan oleh raksasa telekomunikasi NTT Docomo Business pada April lalu.

Layanan analisis gambar berbasis AI ini menangkap foto-foto hewan.
Layanan analisis gambar berbasis AI ini menangkap foto-foto hewan.

Sistem kamera ini otomatis menangkap gambar setiap kali ada hewan melintas. Jika AI mendeteksi beruang, peringatan melalui email akan langsung dikirim ke petugas, polisi, dan dinas pemadam kebakaran. Akurasi analisis gambarnya mencapai 99,9 persen.

Sugawara Yoko dari NTT Docomo Business mengungkapkan bahwa masuknya beruang ke area pemukiman telah menciptakan situasi kritis. Ia menjelaskan bahwa AI tersebut telah disempurnakan khusus agar bisa mengenali beruang dengan cepat, dan teknologinya kini siap dioperasikan.

Sugawara Yoko, NTT Docomo Business
Sugawara Yoko, NTT Docomo Business

Petugas desa menyebutkan bahwa kamera pemantau sebenarnya sudah terpasang, namun proses identifikasi spesies secara manual memakan waktu lama. Mereka yakin analisis AI dapat mengurangi intensitas patroli, meningkatkan keamanan, serta mengefektifkan pengelolaan beruang.

Igarashi Kuniaki, pejabat administrasi Desa Showa, menyatakan bahwa pengawasan di batas habitat manusia dan hewan sangatlah krusial. Menurutnya, teknologi ini bisa menjadi alat efektif untuk memantau area-area tersebut.

Igarashi Kuniaki, pejabat Desa Showa
Igarashi Kuniaki, pejabat Desa Showa

Pantauan Drone untuk Lacak Pergerakan Beruang

Lebih jauh ke utara, metode berbeda diterapkan untuk melacak beruang. Pusat operasi KDDI SmartDrone di Tokyo mengendalikan drone yang terbang di Shintotsukawa, Hokkaido, dari jarak 900 kilometer. Perusahaan tersebut telah menjalin kemitraan dengan pemerintah kota sejak Desember lalu dan mendirikan pangkalan drone di balai kota.

Drone yang dioperasikan oleh KDDI SmartDrone
Drone yang dioperasikan oleh KDDI SmartDrone

Begitu laporan penampakan beruang diterima, drone dapat dikerahkan dalam waktu 10 menit. Perangkat ini melacak posisi beruang hingga pemburu atau polisi tiba, sehingga mempercepat waktu respons.

Meski belum ada laporan penampakan di wilayah tersebut sejak sistem diperkenalkan, pihak berwenang tetap bersiaga menghadapi kemungkinan insiden. Drone ini turut dilengkapi kamera termal untuk melacak beruang bahkan di balik vegetasi yang rapat.

Pihak perusahaan menyatakan bahwa pemerintah daerah yang tidak memiliki pilot terlatih pun tetap bisa memanfaatkan sistem ini karena pengoperasiannya dilakukan dari jarak jauh.

CEO KDDI SmartDrone menekankan pentingnya kemampuan pemerintah kota dalam melacak aktivitas dan habitat beruang. Hirono Masafumi menuturkan bahwa meski populasi pedesaan kian menyusut, pihaknya berkomitmen membangun sistem yang mampu mendukung infrastruktur vital.

Hirono Masafumi, CEO KDDI SmartDrone
Hirono Masafumi, CEO KDDI SmartDrone

Seiring meningkatnya insiden yang melibatkan beruang, integrasi teknologi mutakhir dan keahlian lapangan diharapkan mampu mendongkrak efisiensi upaya pengendalian sekaligus menekan risiko pertemuan berbahaya.

Sumber Berita

Penerbit
NHK WORLD
Tanggal Sumber
Pranala Sumber

Versi Berita.Jepang.org

Peran
Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
Pembaruan

Video Sumber

Dengarkan Artikel

Putar versi audio langsung dari browser Anda.

Menyiapkan audio browser...

Kata Kunci

serangan beruang jepangteknologi ai jepangdrone pantau beruangberuang di jepangkeamanan publik jepang

Jejak Topik

Komentar Pembaca

Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.