Resor Ski Australia Berinvestasi Jutaan Dolar demi Bertahan dari Dampak Perubahan Iklim
Resor Thredbo di New South Wales mengucurkan investasi 2 juta dolar AS untuk mesin salju demi mengatasi dampak kenaikan suhu global. Selain teknologi, pengelola juga merombak fasilitas termasuk menghadirkan restoran khas Jepang untuk menjaga daya tarik wisata.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Resor Ski Australia Berinvestasi Jutaan Dolar demi Bertahan dari Dampak Perubahan Iklim

Jika salju tak kunjung turun, buatlah sendiri. Ungkapan ini seolah menjadi mantra belakangan ini di Resor Thredbo, New South Wales.

Pihak pengelola telah memasang 370 meriam salju. Musim ini, mereka merogoh kocek sekitar 2 juta dolar AS untuk pengadaan mesin raksasa yang mampu memompa salju dalam jumlah cukup untuk mengisi kolam renang 25 meter setiap hari.

Curah salju alami mulai sedikit menurun, ujar Manajer Umum Stuart Diver. Kami harus memastikan musim berlangsung selama mungkin.

Lereng Minim Salju dan Sepi Pengunjung
Kondisi lereng yang kian terbuka tanpa salju memukul industri ini. Jumlah pemain ski di Australia merosot 35 persen menjadi sekitar 1,7 juta dalam kurun tiga tahun hingga 2024.
Diver dan timnya di Thredbo meyakini bahwa kunci untuk bertahan adalah menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar salju. Karena itu, mereka menginvestasikan 6 juta dolar tambahan untuk membangun wahana roller coaster yang beroperasi sepanjang tahun.

Mereka bahkan berkiblat pada konsep resor ski di Jepang, yang terbukti sangat populer di kalangan warga Australia dalam beberapa tahun terakhir.

Salah satu restoran yang direnovasi di Thredbo terasa seolah berada di kaki lereng Hokkaido atau Hakuba. Di dalam menunya, pengunjung dapat menemukan semangkuk ramen hangat hingga katsu curry.

Layanan bagi Penyandang Disabilitas
Diver dan timnya juga terus meningkatkan aksesibilitas demi menjaga arus kunjungan. Saat ini, mereka mempekerjakan sekitar 40 instruktur terlatih yang siap mendampingi penyandang disabilitas di lereng ski.
Luar biasa! Seru sekali! seru Darcy Simons, pengguna kursi roda berusia 11 tahun, usai meluncur menuruni lereng dengan peralatan ski duduk khusus.

Matthew, sang ayah, turut merasa bahagia. Tiga atau empat tahun lalu, kami tak pernah menyangka liburan salju akan cocok bagi keluarga kami, namun kini momen ini menjadi yang paling kami nantikan setiap tahun.
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.11 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
Video Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.

