Lewati ke konten utama
Berita.Jepang.org

Waspada Penipuan Menyasar Jutaan Lansia Penderita Demensia di Jepang

Sekitar 40 persen penyedia layanan perawatan di Jepang melaporkan adanya lansia dengan demensia yang menjadi korban penipuan. Survei pemerintah memperkirakan terdapat 2,5 juta warga senior yang tinggal sendiri dengan kondisi gangguan kognitif, angka yang diprediksi terus meningkat hingga 2050.

NHK WORLD4 mnt

Bagikan Artikel

Ilustrasi lansia di Jepang yang tinggal sendirian dan rentan terhadap penipuan finansial.

Visual Utama

Waspada Penipuan Menyasar Jutaan Lansia Penderita Demensia di Jepang

Tutup
Ilustrasi lansia di Jepang yang tinggal sendirian dan rentan terhadap penipuan finansial.

Tim peneliti pemerintah melakukan survei skala besar pertama guna mengukur tingkat kerugian akibat penipuan yang menyasar lansia terisolasi—kelompok demografi yang tengah berkembang pesat di Jepang.

Peneliti memperkirakan terdapat lebih dari 2,5 juta lansia dengan demensia atau gangguan kognitif ringan (MCI) yang hidup sebatang kara di Jepang. Angka ini diproyeksikan melonjak hingga 3,49 juta pada 2050.

Waspada Penipuan Menyasar Jutaan Lansia Penderita Demensia di Jepang - visual artikel

Hampir 1.300 pelaku usaha di bidang perawatan rumah tangga atau layanan dukungan lainnya berpartisipasi dalam survei yang digelar pada Oktober dan November tahun lalu ini.

'Penipuan Khusus'

Peneliti mendalami fenomena yang disebut pemerintah sebagai 'penipuan khusus', yakni tindak penipuan yang dilancarkan melalui telepon atau perangkat digital.

Lebih dari 21 persen responden menyatakan bahwa lansia pengidap demensia yang tinggal sendirian telah menjadi korban penipuan tersebut dalam setahun terakhir. Ini mencakup penipuan tagihan palsu serta modus 'ore ore' ('ini aku'), di mana penelepon berpura-pura sebagai anggota keluarga. Jika menyertakan kasus yang nyaris memakan korban namun berhasil digagalkan, angkanya melonjak hingga hampir 40 persen.

Dari segi metode, skema 'ore ore' adalah bentuk penipuan khusus yang paling lazim, diikuti oleh penipuan kartu ATM, penipuan pengembalian dana, penipuan setoran, serta penipuan tagihan.

Penipuan Renovasi Rumah

Survei tersebut juga menyoroti kasus penipuan bermodus penjualan agresif serta renovasi rumah, seperti perbaikan yang sebenarnya tidak perlu dengan tagihan yang membengkak. Tercatat sebanyak 33,1 persen penderita demensia yang hidup sebatang kara terjerat penipuan ini; angka tersebut melonjak hingga 50 persen jika mencakup kasus yang pembayarannya berhasil digagalkan.

Salah satu kasus menimpa seorang pria berusia 80-an yang tahun lalu didiagnosis kemungkinan menderita gangguan kognitif ringan atau MCI.

Ia ditagih 270.000 yen (sekitar 1.830 dolar AS) untuk jasa pembasmian rayap, serta dibujuk menambah pembayaran 200.000 yen lagi untuk cairan antiseptik dan pembasmi jamur.

Waspada Penipuan Menyasar Jutaan Lansia Penderita Demensia di Jepang - visual artikel

Seorang manajer pendamping setempat yang berada di dekat lokasi melihat dua pria memasuki rumah tersebut. Ia menuturkan bahwa mereka mengaku baru saja selesai bekerja dan langsung bergegas pergi.

Waspada Penipuan Menyasar Jutaan Lansia Penderita Demensia di Jepang - visual artikel

Manajer pendamping dan seorang pekerja sosial bersertifikat kemudian berdiskusi dengan pria tersebut untuk menunjukkan bahwa biaya kontrak itu sangat mahal. Mereka tetap berusaha menghargai keputusan sang pria sembari memberikan pertimbangan. Diskusi tersebut dilakukan tepat sebelum masa tenggang pembatalan berakhir, sehingga pria itu berhasil mendapatkan kembali uangnya sebesar 200.000 yen.

Nyaris Menjadi Korban Penipuan

Seorang wanita berusia 70-an yang tinggal sendirian di Tokyo didiagnosis menderita demensia ringan 3 tahun silam. Ia bercerita hampir saja menjadi korban penipuan telepon pada Oktober lalu.

Waspada Penipuan Menyasar Jutaan Lansia Penderita Demensia di Jepang - visual artikel

Sang penelepon mengaku berasal dari perusahaan telekomunikasi besar dan menuntut pembayaran segera atas tagihan yang menunggak.

Ia hampir memercayai mereka, namun teringat bahwa biaya tersebut ditarik otomatis dari rekening banknya. Ia juga ingat pernah menonton acara TV yang memberikan peringatan tentang penipuan serupa.

Ia segera menghubungi polisi. Petugas yang datang ke rumahnya mengonfirmasi adanya kasus serupa di lingkungan tempat tinggalnya.

Karena saya mulai pelupa dan kehilangan rasa percaya diri, saya cenderung mudah memercayai orang yang berbicara ramah, tuturnya. Ia pun berencana untuk terus mewaspadai modus penipuan dan akan berkonsultasi dengan polisi atau pejabat setempat jika merasa ragu.

Ia rutin menerima kunjungan bulanan dari perawat rumah yang juga memberikan brosur informasi tentang penipuan konsumen.

Stiker di dekat telepon sebagai pengingat bagi penghuni rumah agar selalu waspada terhadap penipuan.
Stiker di dekat telepon sebagai pengingat bagi penghuni rumah agar selalu waspada terhadap penipuan.

Kini ia menggunakan mesin penjawab otomatis dan menempelkan stiker di pesawat telepon untuk mengingatkannya pada modus penipuan umum serta cara meresponsnya.

Di salah satu sudut kota Tokyo, otoritas setempat berupaya keras meningkatkan kesadaran warga terhadap bahaya penipuan.

Setiap kali terjadi penipuan konsumen di Mitaka, pihak berwenang segera meneruskan informasi tersebut ke pusat dukungan masyarakat tingkat lokal.

Pusat-pusat tersebut kemudian meneruskan informasi ini kepada para warga.

Pakar: Relasi Adalah Kunci

Peneliti demensia Awata Shuichi menyebut lansia yang terisolasi memiliki risiko lebih tinggi.
Peneliti demensia Awata Shuichi menyebut lansia yang terisolasi memiliki risiko lebih tinggi.

Ketua tim peneliti Awata Shuichi, yang juga menjabat sebagai Presiden Tokyo Center for Dementia Care Research and Practices, menyatakan bahwa jumlah warga terdampak mungkin lebih besar dari hasil survei, karena riset tersebut hanya mencakup mereka yang terhubung dengan pengasuh.

Penderita demensia sering kali terisolasi di rumah dan kehilangan kontak dengan orang lain, ungkapnya. Mereka yang tinggal sendirian tanpa kunjungan berada dalam risiko besar menjadi korban penipuan.

Ia menambahkan bahwa komunikasi rutin dengan pengasuh, teman, atau manajer perawatan sangatlah krusial guna mencegah penipuan.

'Sangat Penting untuk membangun hubungan bermakna agar individu bisa mendapatkan dukungan sosial saat dibutuhkan,' ujarnya. 'Kita perlu mempertimbangkan kebijakan yang membantu membina dan memperkuat relasi semacam ini.'

Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.11 WIB

Sumber Berita

Penerbit
NHK WORLD
Tanggal Sumber
Pranala Sumber

Dengarkan Artikel

Putar versi audio langsung dari browser Anda.

Menyiapkan audio browser...

Kata Kunci

Jejak Topik

Komentar Pembaca

Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.