Lewati ke konten utama
Berita.Jepang.org

Badai Tropis Peipah Terjang Jepang, Hujan Sangat Lebat Picu Risiko Banjir dan Longsor

Badai Tropis Peipah mendarat di Prefektur Wakayama dan kini bergerak cepat menyisir pesisir Pasifik menuju wilayah Tokyo. Sejumlah daerah mencatat curah hujan ekstrem melebihi 110 mm per jam yang meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor.

NHK WORLD3 mnt

Bagikan Artikel

Ilustrasi badai tropis dengan awan tebal dan hujan lebat yang menyelimuti wilayah pesisir Jepang.

Visual Utama

Badai Tropis Peipah Terjang Jepang, Hujan Sangat Lebat Picu Risiko Banjir dan Longsor

Tutup
Ilustrasi badai tropis dengan awan tebal dan hujan lebat yang menyelimuti wilayah pesisir Jepang.

Badan Meteorologi Jepang melaporkan bahwa badai Peipah mendarat di Prefektur Wakayama, Jepang bagian barat, pada Jumat sekitar pukul 9 pagi. Pakar cuaca memperingatkan potensi hujan lebat di wilayah luas yang berisiko memicu banjir serta tanah longsor.

Kecepatan Peipah kini meningkat hingga 60 kilometer per jam di atas wilayah Tokai. Badai tersebut terus bergerak ke arah timur menyusuri pesisir Pasifik Jepang.

Badai Tropis Peipah Terjang Jepang, Hujan Sangat Lebat Picu Risiko Banjir dan Longsor - visual artikel

Sabuk awan hujan lebat telah terbentuk di Prefektur Shizuoka. Curah hujan terpantau melebihi 110 milimeter dalam satu jam di Kota Kikugawa dan Kota Kakegawa.

Kondisi atmosfer yang tidak stabil berpotensi memicu petir dan curah hujan dengan intensitas lebih dari 50 milimeter per jam di wilayah Tokai serta Kanto-Koshin, termasuk Tokyo. Beberapa daerah diperkirakan akan diguyur hujan hingga 80 milimeter.

Prefektur Shizuoka dan Kanagawa menghadapi peningkatan risiko tanah longsor. Otoritas cuaca mengimbau warga agar waspada terhadap potensi bencana, termasuk banjir di dataran rendah dan luapan sungai. Risiko petir, gelombang tinggi, serta tornado juga perlu diantisipasi.

Pakar: Hujan Lebat Berpotensi Melanda Wilayah Jauh dari Pusat Badai

Tsuboki Kazuhisa, profesor di Universitas Nagoya dan Universitas Nasional Yokohama.
Tsuboki Kazuhisa, profesor di Universitas Nagoya dan Universitas Nasional Yokohama.

Profesor Tsuboki Kazuhisa dari Universitas Nagoya dan Universitas Nasional Yokohama merupakan pakar yang mendalami fenomena curah hujan lebat beserta penyebabnya.

T: Apa yang perlu diwaspadai masyarakat selama badai tropis ini berlangsung?

Tsuboki Kazuhisa: Peipah memiliki tekanan atmosfer sekitar 1.000 hektopaskal di dekat pusatnya dan tergolong tidak terlalu kuat. Namun, curah hujan tidak selalu sebanding dengan tekanan atmosfer pusat maupun kekuatan badai. Artinya, badai lemah sekalipun tetap berpotensi memicu bencana hujan lebat, sehingga masyarakat harus tetap waspada.

T: Mengapa Peipah memicu hujan lebat mendadak bahkan di wilayah yang jauh dari pusat badai?

Tsuboki Kazuhisa: Di sisi timur badai Peipah terdapat sungai atmosfer yang membawa uap air dalam jumlah masif. Terbentuk dari kumpulan udara lembap di atas laut timur Filipina, sungai ini memiliki lebar sekitar 300 kilometer dan bergerak mendekati Jepang terbawa angin selatan.

Jika sungai atmosfer ini mencapai daratan, gugusan awan hujan lebat dapat terbentuk. Masyarakat perlu mewaspadai hujan sangat deras yang ekstrem serta potensi bahaya lainnya, meski posisi badai masih cukup jauh.

Hujan Lebat Ganggu Jalur Transportasi

Shibuya
Shibuya

Peipah terus mengganggu jadwal transportasi, termasuk layanan kereta peluru Shinkansen.

Central Japan Railway Company menyatakan pada Jumat pagi bahwa layanan Tokaido Shinkansen sempat dihentikan sebagian di kedua arah, antara Stasiun Toyohashi dan Stasiun Mikawa-Anjo di Prefektur Aichi, mulai sekitar pukul 10:30 pagi.

Operasional di area tersebut sempat terhenti karena curah hujan melebihi ambang batas aman, namun kembali beroperasi normal satu jam kemudian.

Rekaman video dari dalam kereta peluru Tokaido Shinkansen memperlihatkan momen saat pengumuman penghentian layanan tersebut disiarkan.

Penumpang yang merekam video tersebut sedang menempuh perjalanan dari Stasiun Shinagawa menuju Stasiun Nagoya, namun kereta terpaksa tertahan setelah tiba di Stasiun Toyohashi.

Jalur utama JR dan kereta api swasta di wilayah metropolitan Tokyo terpantau beroperasi normal. Meski demikian, pihak operator mengimbau masyarakat untuk memantau informasi terbaru melalui situs web resmi, karena layanan sewaktu-waktu dapat dihentikan bergantung pada pergerakan badai.

Bandara Internasional Chubu Centrair di Aichi
Bandara Internasional Chubu Centrair di Aichi

Menurut 11 maskapai utama di Jepang, seluruh jadwal penerbangan pada hari Jumat terpantau tetap beroperasi seperti biasa.

Penumpang pesawat diimbau untuk terus memantau status penerbangan mereka secara berkala, mengingat pembatalan dan penundaan jadwal masih mungkin terjadi akibat dampak badai.

Jalanan Terendam Banjir di Jepang Tengah

Rekaman dari Kota Okazaki, Prefektur Aichi, sekitar pukul 10 pagi pada Jumat memperlihatkan jalanan yang terendam banjir dan tertutup air berlumpur. Pria yang mengambil video tersebut menuturkan bahwa terdapat saluran irigasi di balik pagar putih yang kemungkinan meluap akibat hujan lebat.

Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.11 WIB

Sumber Berita

Penerbit
NHK WORLD
Tanggal Sumber
Pranala Sumber

Video Sumber

Dengarkan Artikel

Putar versi audio langsung dari browser Anda.

Menyiapkan audio browser...

Kata Kunci

Jejak Topik

Komentar Pembaca

Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.