Wisatawan Rusia ke Jepang Cetak Rekor Tertinggi, Asakusa Jadi Destinasi Favorit
Jumlah kunjungan turis Rusia ke Jepang melonjak hingga 18.800 orang pada Maret, meningkat 1,8 kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu. Kawasan Asakusa menjadi magnet utama berkat pengalaman budaya dan harga barang yang lebih terjangkau dibandingkan di Rusia.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Wisatawan Rusia ke Jepang Cetak Rekor Tertinggi, Asakusa Jadi Destinasi Favorit

Asakusa Jadi Destinasi Favorit Wisatawan
Di kawasan wisata populer Asakusa, Tokyo, terlihat para turis asal Rusia tengah asyik berbelanja. Sebagian tampak anggun mengenakan kimono, sementara yang lain berburu pilihan busana yang lebih kontemporer.

Seorang gadis yang berkunjung bersama keluarga dan temannya mengaku menemukan banyak pakaian modis di sana. Menurutnya, barang yang tergolong mahal di Rusia bisa didapat dengan harga terjangkau di Jepang. Ia juga sangat menikmati hidangan lokal seperti sushi dan teh hijau matcha.

Pasangan asal Rusia yang tengah berbulan madu tampak memborong suvenir, mulai dari sumpit bertema pedang hingga patung kucing keberuntungan.
Salah seorang pengunjung menjelaskan alasannya menggunakan mata uang keras. Ia mengungkapkan bahwa kartu kredit Rusianya hanya berfungsi di negara-negara bekas Uni Soviet, sehingga ia harus membawa uang tunai sebesar 2.500 dolar.
Rekor Pengajuan Visa Jepang
Antrean panjang warga yang hendak mengajukan permohonan visa rutin terlihat di Kedutaan Besar Jepang di Moskow.
Kedutaan tersebut menerbitkan sekitar 12.000 visa pada bulan Maret saja—angka tertinggi dalam satu bulan. Dilaporkan bahwa 90 persen di antaranya adalah visa turis.

Proses visa turis gratis kini hanya memakan waktu empat hari setelah prosedurnya disederhanakan sejak November tahun lalu. Salah satu perubahannya adalah penghapusan syarat bukti pembayaran hotel tempat pelancong akan menginap.
Seorang pemohon menuturkan bahwa Dokumen yang diperlukan lebih sedikit dibandingkan untuk perjalanan ke Eropa, sehingga berkunjung ke Jepang terasa lebih mudah.
Transit melalui Tiongkok Jadi Pilihan Populer
Meski tidak ada penerbangan langsung antara Jepang dan Rusia akibat invasi ke Ukraina, operator tur BSI GROUP di Moskow menyebut maskapai Tiongkok telah menambah jumlah penerbangan dari Rusia. Hal ini memungkinkan klien mereka bepergian ke Jepang dengan biaya yang relatif terjangkau.

Direktur Umum Vadim Ostrovsky menyebut bahwa maskapai bertarif rendah asal Tiongkok memudahkan pelancong dari berbagai kota di Rusia untuk mencapai destinasi pilihan mereka di Tokyo atau Osaka.
Ia mencatat bahwa warga Rusia merasa negara-negara Asia, termasuk Jepang, jauh lebih terbuka menerima mereka di tengah situasi internasional saat ini.
Ia menilai hal ini kemungkinan karena wisatawan Rusia minim menghadapi hambatan di Jepang dibandingkan di wilayah lain. Saat ini, Eropa cenderung memandang rendah turis Rusia, ungkapnya.
Cerminan Kondisi Masyarakat yang Tidak Wajar

Kepala Biro NHK Moskow Noda Junko menyatakan bahwa belum adanya kemajuan dalam pembicaraan gencatan senjata di tengah invasi yang terus berlarut telah memicu meningkatnya rasa stagnasi di dalam Rusia.
Ia menambahkan bahwa lonjakan wisata domestik menunjukkan banyak warga yang mencari pelampiasan atas tekanan tersebut.
Lebih jauh, menurut Noda, peningkatan pesat jumlah pengunjung ke Jepang mencerminkan suasana tidak biasa yang tengah menyelimuti masyarakat Rusia saat ini.
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.11 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.
