LDP Desak Pemerintah Negosiasi Ulang Kuota Tuna Sirip Biru
Partai Liberal Demokrat yang berkuasa di Jepang mendesak pemerintah menegosiasikan ulang kuota penangkapan tuna sirip biru Pasifik setelah Jepang gagal menaikkan batas tangkapan di konferensi internasional.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
LDP Desak Pemerintah Negosiasi Ulang Kuota Tuna Sirip Biru
Partai Liberal Demokrat (LDP) yang berkuasa di Jepang mendesak pemerintah menegosiasikan ulang kuota penangkapan tuna sirip biru Pasifik. Desakan itu muncul setelah Jepang gagal memperoleh kenaikan batas tangkapan di konferensi internasional.
Negosiasi pada awal bulan ini tidak menghasilkan terobosan karena penolakan Meksiko dan faktor lain. Ketua Komisi Riset Kebijakan Perikanan LDP, Takebe Arata, bersama anggota partai lainnya menyampaikan ketidakpuasan mereka.
Mereka menyerahkan resolusi kepada Menteri Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Suzuki Norikazu pada Kamis. Mereka menilai hasil konferensi itu tidak dapat diterima dan mengatakan nelayan dalam negeri kesulitan mengelola stok tuna sirip biru.
Anggota partai meminta pemerintah menegosiasikan ulang dan berupaya mencapai kesepakatan. Mereka juga meminta langkah bantuan bagi nelayan yang terdampak, serta koordinasi yang lebih erat antara Badan Perikanan dan Kementerian Luar Negeri.
Suzuki mengatakan akan berupaya memperbaiki situasi sesegera mungkin. Ia juga berencana mengirim pejabat tinggi ke Meksiko untuk diskusi lanjutan.
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
- Catatan Sumber
- 2026-07-24T02:23:55.000Z
- Jejak Sumber
- NHK WORLD / News / JAPAN
Versi Berita.Jepang.org
- Peran
- Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
- Pembaruan
Video Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.

