Kebangkrutan Perusahaan di Jepang Capai Level Tertinggi dalam 14 Tahun pada Paruh Pertama 2026
Jumlah kebangkrutan perusahaan di Jepang mencapai level tertinggi dalam 14 tahun pada paruh pertama 2026. Teikoku Databank mencatat 5.335 bisnis bangkrut pada Januari hingga Juni, terutama karena tekanan inflasi dan biaya yang sulit diteruskan ke pelanggan.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Kebangkrutan Perusahaan di Jepang Capai Level Tertinggi dalam 14 Tahun pada Paruh Pertama 2026
Perusahaan riset kredit Teikoku Databank mengatakan 5.335 bisnis bangkrut pada periode Januari hingga Juni. Jumlah itu naik 332 kasus dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan menjadi yang tertinggi sejak 2012.
Perusahaan-perusahaan tersebut memiliki utang sedikitnya 10 juta yen, atau sekitar 61.500 dolar AS. Sebagian besar kebangkrutan terjadi di sektor jasa, disusul ritel dan konstruksi.
Inflasi disebut sebagai salah satu alasan utama kenaikan tersebut. Banyak bisnis kesulitan membebankan kenaikan biaya bahan bakar dan material kepada pelanggan.
Teikoku Databank mengatakan tren kebangkrutan dapat berlanjut pada paruh kedua tahun ini, ketika bisnis menghadapi biaya pinjaman yang lebih tinggi akibat kenaikan suku bunga.
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
- Catatan Sumber
- 2026-07-09T02:00:00.000Z
- Jejak Sumber
- NHK WORLD / News / JAPAN
Versi Berita.Jepang.org
- Peran
- Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
- Pembaruan
Video Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.
