Keluarga Warga Jepang yang Diculik Korea Utara Serukan Dukungan di Simposium PBB
Keluarga warga Jepang yang diculik Korea Utara menyerukan dukungan internasional untuk menyelesaikan isu ini dalam simposium PBB. Pertemuan daring itu digelar pada Rabu oleh Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan, dan pihak lain.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Keluarga Warga Jepang yang Diculik Korea Utara Serukan Dukungan di Simposium PBB
Peserta simposium mencakup anggota keluarga para korban penculikan dan Sekretaris Kabinet Jepang Kihara Minoru.
Yokota Takuya, yang saudara perempuannya, Megumi, diculik saat berusia 13 tahun, memimpin kelompok keluarga korban penculikan. Ia mengatakan bahwa sejak lima korban kembali ke Jepang pada 2002, tidak satu pun dari mereka yang tersisa dapat pulang.
Yokota mengatakan Korea Utara telah merampas kebebasan orang-orang tak bersalah dan memisahkan mereka dari keluarga mereka. Ia menyampaikan protes keras dan menyerukan pembebasan segera semua korban penculikan.
Yokota juga mengatakan ibunya, Sakie, genap berusia 90 tahun pada Februari tahun ini dan kondisinya baik. Ia mengatakan ibunya berharap dapat bertemu kembali dengan Megumi, mengingat kesehatannya mungkin tidak akan terus baik.
Ia menyerukan upaya berkelanjutan agar situasi yang tidak masuk akal ini tidak terus berlangsung lebih lama.
Iizuka Koichiro juga menghadiri simposium itu. Ibunya, Taguchi Yaeko, diculik saat ia berusia satu tahun.
Ia menegaskan bahwa lebih dari 40 tahun telah berlalu sejak penculikan itu terjadi, dan anggota keluarga yang menunggu kepulangan orang-orang tercinta telah meninggal satu demi satu dalam beberapa tahun terakhir.
Ia mengatakan waktu yang tersisa untuk menyelesaikan isu ini tidak banyak. Ia mengatakan tidak akan ada solusi yang benar-benar tuntas kecuali para korban di Korea Utara dan keluarga mereka yang menunggu kepulangan bisa bertemu kembali di Jepang, sementara kedua pihak masih dalam keadaan sehat.
Setelah acara itu, Yokota mengatakan situasi internasional kini sangat kacau dan semakin memburuk. Ia mengatakan percaya bahwa kerja sama dan solidaritas Jepang dengan negara lain dalam situasi ini akan menjadi tekanan bagi Korea Utara.
Ia juga mengatakan berharap pemerintah Jepang dapat mewujudkan pertemuan tingkat tinggi Jepang-Korea Utara sesegera mungkin, sambil mengakui bahwa tidak ada waktu lagi.
Pemerintah Jepang mengatakan sedikitnya 17 warga Jepang diculik oleh agen Korea Utara pada 1970-an dan 1980-an.
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
- Catatan Sumber
- 2026-06-25T00:44:00.000Z
- Jejak Sumber
- NHK WORLD / News / JAPAN
Versi Berita.Jepang.org
- Peran
- Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
- Pembaruan
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.
