Pejabat Bea Cukai Mancanegara Pelajari Sistem Kepabeanan Jepang
Lima pejabat dari negara berkembang mengikuti program pelatihan di Tokyo untuk memperkuat pengawasan kepabeanan di tengah lonjakan perdagangan e-commerce lintas batas.
Arsip Visual
Dokumentasi Visual Beralih ke Arsip
Halaman asli sudah tidak lagi aktif. Naskah tetap ditayangkan dengan pranala arsip. Rujukan sumbernya masih bisa ditelusuri.
Visual Utama
Pejabat Bea Cukai Mancanegara Pelajari Sistem Kepabeanan Jepang
Sejumlah pejabat bea cukai dari luar negeri telah tiba di Jepang untuk mempelajari sistem operasional kepabeanan negara tersebut. Langkah ini diambil di tengah pertumbuhan pesat perdagangan daring (e-commerce) lintas batas secara global.
Program ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Universitas Aoyama Gakuin di Tokyo atas mandat dari Organisasi Bea Cukai Dunia (WCO). Inisiatif ini bertujuan membantu personel dari negara-negara berkembang untuk memperkuat kemampuan penegakan hukum mereka.
Lima pejabat dari Malaysia, Mongolia, dan beberapa negara lainnya mengunjungi kampus tersebut pada hari Senin. Beberapa peserta mengungkapkan bahwa operasional bea cukai di negara asal mereka masih terhambat oleh kurangnya kerja sama antarinstansi serta lambatnya adopsi teknologi canggih.
Seorang peserta dari Malaysia memuji sistem koordinasi antarlembaga dan berbagi informasi intelijen yang sangat baik di Jepang. Ia menyatakan ketertarikannya untuk mempelajari mekanisme kolaborasi tersebut serta penggunaan teknologi berbasis data untuk meningkatkan efisiensi.
Peserta lainnya dari Mongolia mengatakan bahwa ia akan menimba pengetahuan akademis sekaligus mempelajari budaya dan gaya hidup setempat. Pihak universitas menjelaskan bahwa kurikulum satu tahun tersebut akan mencakup kunjungan langsung ke berbagai fasilitas operasional bea cukai di lapangan.
Kementerian Perdagangan Jepang memproyeksikan urgensi penguatan sistem ini seiring pertumbuhan pasar. Nilai e-commerce lintas batas global diperkirakan akan mencapai lebih dari 6,7 triliun dolar AS pada tahun 2034, melonjak tajam dibandingkan angka 1 triliun dolar AS pada tahun 2024.
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
- Catatan Sumber
- 2026-03-30T10:15:09.000Z
- Jejak Sumber
- NHK WORLD / News / JAPAN
Pranala sumber asli tidak lagi tersedia. Buka arsip Wayback untuk melihat salinan yang tersedia.
Versi Berita.Jepang.org
- Peran
- Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
- Pembaruan
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.
