Jepang dan Uni Eropa Sepakat Bekerja Sama untuk Mengamankan Pasokan Mineral Kritis
Jepang dan Uni Eropa sepakat bekerja sama untuk mendiversifikasi rantai pasok mineral kritis, termasuk logam tanah jarang. Kesepakatan itu diumumkan setelah pertemuan di sela-sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, pada Rabu.
Arsip Visual
Dokumentasi Visual Beralih ke Arsip
Halaman asli sudah tidak lagi aktif. Naskah tetap ditayangkan dengan pranala arsip. Rujukan sumbernya masih bisa ditelusuri.
Menteri Perdagangan dan Industri Jepang Akazawa Ryosei bertemu dengan Stephane Sejourne, wakil presiden eksekutif Komisi Eropa untuk Strategi Industri dan Kemakmuran, di sela-sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, pada Rabu. Dalam pernyataan bersama setelah pertemuan itu, keduanya mengatakan akan bekerja sama untuk membentuk proyek swasta-publik secepat mungkin guna mendiversifikasi rantai pasok mineral kritis.
Awal bulan ini, China mengumumkan pembatasan yang lebih ketat atas ekspor ke Jepang untuk barang dwiguna yang berpotensi memiliki aplikasi militer. Langkah itu memicu kekhawatiran di kalangan perusahaan Jepang yang sangat bergantung pada logam tanah jarang dari China mengenai kemampuan mereka memperoleh pasokan alternatif.
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
- Catatan Sumber
- 2026-01-22T02:34:00.000Z
- Jejak Sumber
- NHK WORLD / News / BIZTCH
Pranala sumber asli tidak lagi tersedia. Buka arsip Wayback untuk melihat salinan yang tersedia.
Versi Berita.Jepang.org
- Peran
- Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
- Pembaruan
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.