Takaichi dan Modi Tegaskan Hubungan Jepang-India yang Tangguh dan Makmur
Jepang dan India menegaskan komitmen memperkuat kerja sama ekonomi serta keamanan melalui pembicaraan tingkat puncak antara Perdana Menteri Takaichi Sanae dan Narendra Modi.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Takaichi dan Modi Tegaskan Hubungan Jepang-India yang Tangguh dan Makmur

Kerja Sama Pertahanan dan Keamanan
Kedua perdana menteri menyampaikan kepuasan mendalam atas kemajuan kerja sama pertahanan dan keamanan. Mereka kembali menegaskan komitmen memperkuat kemitraan ini berdasarkan Deklarasi Bersama tentang Kerja Sama Keamanan yang direvisi pada 2025.

Modi menyambut baik inisiatif Free and Open Indo-Pacific versi terbaru dari Takaichi. Kedua pemimpin juga menyatakan keprihatinan serius atas situasi di Laut China Timur dan Laut China Selatan.
Kedua pihak menegaskan bahwa Jepang akan menyediakan antena komunikasi kepada India yang dipakai pada fregat terbaru Pasukan Bela Diri Maritim Jepang.

Kedua pemimpin mengarahkan menteri luar negeri dan pertahanan masing-masing menggelar dialog 2+2 berikutnya di Tokyo sebelum akhir 2026.
Mereka menyebut ada kemajuan yang stabil dalam kerangka Quad yang beranggotakan Jepang, India, Amerika Serikat, dan Australia. Mereka mengatakan akan mendorong penyelenggaraan KTT pemimpin Quad berikutnya dalam waktu dekat.
Keamanan Ekonomi
Kedua pemimpin mengakui bahwa situasi global saat ini menuntut kedua negara semakin mendorong kerja sama konkret di bidang keamanan ekonomi. Mereka juga kembali menegaskan keprihatinan serius atas penggunaan paksaan ekonomi, yang tampaknya ditujukan kepada China.
Kedua perdana menteri secara resmi mengadopsi Deklarasi Bersama Jepang-India tentang Kerja Sama Keamanan Ekonomi. Pakta ini bertujuan meningkatkan kolaborasi berbasis proyek di lima sektor utama: semikonduktor, mineral kritis, teknologi informasi dan komunikasi, energi bersih, serta farmasi.
Pernyataan itu menyoroti pentingnya pengembangan kereta cepat India sebagai proyek unggulan kedua negara. Hal ini mencakup pengenalan E10, model shinkansen baru milik East Japan Railway.

Modi dan Takaichi menekankan pentingnya menjamin pelayaran yang bebas dan aman melalui Selat Hormuz, sambil menjaga stabilitas rantai pasok energi dan barang-barang penting lainnya.
Jepang Investasikan Miliaran di India
Kedua perdana menteri menyambut peningkatan investasi swasta dari Jepang ke India dan mengakui kontribusinya terhadap target nasional India menjadi negara maju pada 2047.
Takaichi mengumumkan investasi sekitar 2 triliun yen, atau 12 miliar dolar, di India.
Ia mengatakan perusahaan dari kedua negara telah saling menukar sekitar 130 dokumen kerja sama.

Dalam konferensi pers bersama setelah KTT, Takaichi menekankan manfaat kerja sama ini bagi kedua negara:
Jepang dan India akan memanfaatkan kekuatan masing-masing dan menjadi negara yang kuat sekaligus makmur. Di tengah situasi internasional yang tidak menentu, membangun kerja sama timbal balik yang saling melengkapi seperti ini menjadi kian penting. Hari ini, Perdana Menteri Modi dan saya mengadakan berbagai pembahasan dari sudut pandang tersebut. Saya menegaskan kembali bahwa kami memiliki banyak tujuan yang sama.
Perusahaan Jepang telah berinvestasi sekitar 1 triliun yen, atau 6 miliar dolar, per tahun di India sejak tahun fiskal 2023.
Pernyataan KTT menyoroti kemajuan menuju pencapaian target investasi yang ditetapkan pada KTT tahunan sebelumnya.
Dalam konferensi pers itu, Modi mengatakan:
Dalam 10 tahun ke depan, kami akan meningkatkan investasi dari Jepang ke India menjadi sekitar 10 triliun yen dan menggandakan jumlah perusahaan Jepang yang beroperasi di sini.

Teknologi Jadi Pilar Utama Kerja Sama
Dalam pernyataan mereka, kedua perdana menteri sepakat meningkatkan kapabilitas nasional di bidang kecerdasan buatan (AI) dan memperkuat kerja sama dalam infrastruktur digital yang tepercaya dan tangguh.
Dalam konferensi pers, Modi mengatakan bahwa kerja sama teknologi akan menjadi pilar terkuat dalam kemitraan kedua negara.
Ia mengatakan kombinasi teknologi presisi Jepang dan kemampuan perangkat lunak India akan memberi dorongan serta kekuatan baru bagi pengembangan AI global.
Dua Alasan Jepang Merapat ke India
Seorang koresponden urusan politik NHK menilai ada dua faktor utama di balik upaya Jepang mempererat hubungan dengan India.
Salah satunya adalah meluasnya aktivitas maritim China di Laut China Timur dan wilayah lain. Pada saat yang sama, China masih terlibat dalam sengketa perbatasan dengan India.

Dengan latar belakang geopolitik tersebut, Tokyo ingin memperkuat kerja sama keamanan dengan New Delhi. Tokyo juga ingin memperdalam keamanan ekonomi dengan mengamankan mineral kritis. China telah memberlakukan pembatasan ekspor logam tanah jarang.
Faktor kedua adalah potensi pertumbuhan India. Perdana Menteri Takaichi berjanji membangun ekonomi domestik yang kuat. Mendorong investasi lewat kerja sama pemerintah dan swasta dengan negara berpenduduk terbesar di dunia itu dipandang sebagai cara yang menjanjikan mencapai tujuan tersebut.

Memanfaatkan Talenta India
PDB India tumbuh 7,7 persen pada tahun fiskal lalu, ditopang konsumsi pribadi yang kuat di negara berpenduduk 1,4 miliar jiwa itu. IMF memproyeksikan India akan melampaui Jepang pada 2027 dan menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia.
Lebih dari 1.400 perusahaan Jepang sudah lebih dulu beroperasi di India. Survei Japan Bank for International Cooperation, atau JBIC, menempatkan negara Asia Selatan itu sebagai tujuan paling menarik bagi ekspansi bisnis luar negeri di kalangan produsen Jepang selama empat tahun berturut-turut.
Kedua negara pada 2025 sepakat menargetkan pertukaran lebih dari 500.000 personel dalam lima tahun, termasuk 50.000 pekerja terampil dan talenta potensial dari India ke Jepang.

Perekrutan talenta India juga meluas ke sektor seperti teknologi informasi dan perawatan lansia. Sorotan kini tertuju pada kemampuan Jepang memanfaatkan kumpulan talenta India yang sangat besar sebagai jawaban atas kekurangan tenaga kerja sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi.
India Mencari Kemitraan Strategis Khusus
India mengharapkan kerja sama dengan Jepang di bidang teknologi mutakhir seperti AI dan semikonduktor, sektor yang persaingannya antara AS dan China kian memanas.
Kerja sama pertahanan dan keamanan menjadi salah satu pokok agenda. India mewaspadai sejumlah langkah terbaru China di negara-negara tetangganya, termasuk pengembangan pelabuhan dan jalur kereta di Sri Lanka dan Bangladesh.
Situasi di Timur Tengah menjadi fokus utama lainnya karena India mengimpor LNG dan LPG dalam jumlah besar dari kawasan itu. Gangguan di Selat Hormuz telah menyebabkan kelangkaan dan PHK di sektor manufaktur, serta memaksa beberapa perusahaan menghentikan operasi sepenuhnya. Menjamin pasokan energi dan mineral kritis yang stabil dipandang penting bagi negara tersebut.

Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
Versi Berita.Jepang.org
- Peran
- Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
- Pembaruan
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.