Jepang Sambut Tradisi Pertama Tahun 2026 dengan Semarak
Di Kyoto, siswa merayakan Oshogatsu dengan seni merangkai bunga tradisional melalui upacara Ikenobo yang berusia berabad-abad. Sekitar 800 peserta dari seluruh Jepang ikut serta dalam ritual tahunan ini untuk menyambut tahun baru dengan doa dan kegembiraan.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Jepang Sambut Tradisi Pertama Tahun 2026 dengan Semarak

Kyoto: Tradisi Merangkai Bunga Ikebana
Di Kyoto, siswa di sekolah merangkai bunga terkemuka di Jepang merayakan tradisi yang telah berlangsung berabad-abad.
Upacara tahunan di sekolah Ikenobo ini konon berasal dari zaman Muromachi, antara abad ke-14 hingga ke-16.
Sekitar 800 siswa dari seluruh Jepang ikut berpartisipasi pada hari Senin.
Acara dimulai dengan kunjungan ke kuil Rokkakudo, tempat kelahiran seni merangkai bunga Jepang, Ikebana.
Setelah itu, para siswa pindah ke bengkel terdekat untuk merangkai bunga dengan bimbingan teknis dari Ikenobo Senko, yang telah ditunjuk sebagai kepala sekolah berikutnya.
Ia mendemonstrasikan seninya menggunakan bahan-bahan seperti dahan dedalu dan pinus, sambil menyampaikan harapan agar orang tetap berpikir positif dalam situasi sulit.
Seorang mahasiswi dari Prefektur Chiba mengatakan, karena ia akan mulai bekerja pada musim semi ini, ia menaruh dahan pinus muda secara tinggi dan tegak dengan harapan dapat tumbuh menjadi pribadi yang tangguh.
Tokyo: Tuna Pecahkan Rekor Lelang Tahun Baru

Seekor tuna sirip biru terjual dengan harga rekor lebih dari 3 juta dolar dalam lelang pertama Tahun Baru di pasar grosir hasil laut Toyosu, Tokyo.
Tuna segar dan beku dari perairan Jepang dan berbagai negara mulai dilelang pada Senin pagi.

Harga tertinggi dicapai oleh tuna sirip biru yang ditangkap di pelabuhan Oma, Prefektur Aomori, Jepang timur laut.
Sebuah jaringan restoran sushi berbasis di Tsukiji, Tokyo menawar 510 juta yen, setara sekitar 3,2 juta dolar, untuk ikan itu.
Harga ini menjadi yang tertinggi sejak catatan lelang mulai tersedia pada 1999, melampaui rekor sebelumnya sebesar 333 juta yen pada 2019.
Presiden perusahaan, Kimura Kiyoshi, menyatakan bahwa ikan ini membawa keberuntungan, sehingga ia berharap masyarakat di seluruh Jepang bisa mencicipinya dan merasa segar kembali.
Fukuoka: Anak-Anak Berlatih Karate di Air Beku

Anak-anak melawan suhu yang sangat dingin untuk berlatih karate di Jepang barat, menerjang air sungai yang hampir membeku sebagai ujian ketangguhan.
Sebanyak 15 anak mengikuti sesi latihan tengah musim dingin pada hari Minggu di Kota Buzen, Prefektur Fukuoka. Mereka semua merupakan murid perguruan karate di wilayah tersebut.
Latihan dimulai dengan menampilkan jurus-jurus mereka di kuil setempat sebagai pemanasan.
Selanjutnya, mereka menghadapi tantangan terberat: menyeberangi sungai yang membeku sambil melontarkan pukulan dan berjuang melawan dingin.

Setelah latihan, anak-anak menikmati sup miso panas dengan daging babi.
Salah satu peserta mengatakan airnya sangat dingin hingga memberinya keberanian. Peserta lain menuturkan tujuan tahun ini adalah memenangkan kejuaraan nasional.
Gifu: Ahli Pedang Gelar Ritual Tahun Baru

Di Jepang tengah, para perajin mengadakan upacara penempaan pedang untuk mendoakan keselamatan dan kesuksesan di Kota Seki, Prefektur Gifu, yang dikenal sebagai salah satu produsen pisau terbesar di negara ini.
Ketujuh ahli pedang memanaskan baja hingga lebih dari 1.000 derajat Celsius, lalu menumbuknya dengan palu untuk membersihkan kotoran.
Seorang wanita berusia 20-an menyatakan terkesan dengan teknik tradisional, terpesona oleh percikan api yang intens dan kesungguhan para perajin.
Yamagata: Sudahkah Kalian Menjadi Anak Baik?
Amahage adalah tradisi Tahun Baru di mana pria mengenakan topeng iblis dan jubah jerami mengunjungi rumah-rumah untuk mengusir kemalangan. Tradisi ini berlangsung di Kota Yuza, Prefektur Yamagata.
Sosok Amahage dianggap sebagai dewa. Ritual ini juga bertujuan mengingatkan anak-anak untuk tidak bermalas-malasan sekaligus mendoakan kesehatan dan umur panjang mereka.
Para pria setempat yang mengenakan kostum menerjang ke rumah keluarga untuk menegaskan pertanyaan kepada anak-anak: Apakah kalian patuh kepada orang tua?
Anak-anak itu, sambil menangis dan terkadang berteriak, berjanji untuk menjadi anak yang baik.
Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun mengatakan: Awalnya saya gugup. Saya berjanji akan belajar dengan giat, dan berharap tahun ini menjadi tahun di mana saya tidak dimarahi.
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.11 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
Video Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.