Bahaya Baterai Litium-ion: Mengapa Perangkat Portabel Terus Terbakar di Jepang?
Otoritas Jepang memperingatkan peningkatan risiko kebakaran baterai litium-ion pada perangkat sehari-hari seperti ponsel dan kipas portabel, terutama selama musim panas. Insiden terbaru di kereta Shinkansen dan Jalur JR Yamanote menyoroti bahaya serius dari kegagalan fungsi baterai yang dapat diisi ulang.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Bahaya Baterai Litium-ion: Mengapa Perangkat Portabel Terus Terbakar di Jepang?

Ponsel pintar, laptop, dan baterai portabel sudah lama menjadi perlengkapan penting sehari-hari. Kini, hal yang sama berlaku untuk kipas angin portabel dan sepeda listrik. Namun, kenyataan bahwa perangkat-perangkat ini bisa diisi ulang juga berarti mereka rentan terbakar.
Insiden di Kereta Jepang
Kebakaran baterai portabel di Jepang pada Kamis pagi menjadi salah satu contoh nyata. Seorang penumpang pria di kereta Shinkansen yang menempuh perjalanan dari Prefektur Niigata menuju Tokyo tiba-tiba melihat asap mengepul dari kopernya. Ia mengalami luka bakar ringan di tangan kanan saat mencoba memadamkan api.

Bulan lalu, lima orang luka ringan di Tokyo saat sebuah baterai portabel terbakar di kereta Jalur JR Yamanote. Pemiliknya, seorang wanita berusia 30-an, bercerita bahwa perangkat itu mendadak panas saat dipakai mengisi daya ponsel, lalu terbakar sekitar 30 detik kemudian.
Lonjakan Kasus di Tokyo
Dinas Pemadam Kebakaran Tokyo merilis video dua insiden lain di ibu kota kepada NHK. Satu video memperlihatkan sepeda listrik yang terbakar, sementara video lainnya menunjukkan baterai portabel yang hangus di dalam kantong sampah.
Pihak berwenang mencatat rekor 230 kebakaran akibat produk berbaterai litium-ion sepanjang tahun lalu. Mereka juga melaporkan 143 kebakaran serupa pada paruh pertama tahun ini, naik 39 kasus dibandingkan periode yang sama pada 2024.

Kebakaran ini dipicu oleh berbagai faktor. Beberapa baterai portabel terbakar saat mengisi daya ponsel, sementara yang lain meledak akibat terjatuh. Data menunjukkan bahwa insiden lebih sering terjadi saat cuaca panas, dengan periode Juni hingga September biasanya mencakup sekitar 40% dari total kasus dalam setahun.
Imbauan Dinas Pemadam Kebakaran
Baterai litium-ion mengandung elektrolit berbasis pelarut organik yang bisa menjadi sangat panas atau terbakar jika terpapar suhu tinggi atau benturan keras.
Sakaguchi Tatsuro dari Dinas Pemadam Kebakaran Tokyo mengingatkan warga untuk lebih berhati-hati saat menggunakan perangkat dan menghindari penyimpanan di tempat yang panas.
Ia juga menyarankan untuk segera menghubungi produsen atau penjual jika perangkat menunjukkan kejanggalan, seperti bodi yang menggembung atau suhu panas yang tidak wajar saat pengisian daya.
Siapkan Alat Pengaman di Rumah
Sakaguchi mengimbau warga untuk segera menjauh jika perangkat mulai mengeluarkan percikan, asap, atau api hingga situasi benar-benar aman. Setelah api padam, baterai dapat direndam di dalam air jika memungkinkan.

Menurut Sakaguchi, sekitar 60% kasus terjadi saat pengisian daya, sering kali akibat kesalahan penggunaan atau produk tidak asli. Karena kasus kebakaran terus meningkat dari tahun ke tahun, masyarakat diimbau untuk melengkapi rumah dengan alarm asap dan alat pemadam api.
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.11 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
Video Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.
