Lewati ke konten utama
Berita.Jepang.org

Perusahaan Jepang Incar Proyek Kereta Cepat Australia

Jepang menawarkan teknologi Shinkansen untuk megaproyek kereta cepat Australia yang akan menghubungkan Sydney dan Newcastle pada tahap awal.

NHK WORLD1 mnt

Bagikan Artikel

Visual Tidak DisediakanNHK WORLD

Tanpa Visual Pendamping

Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual

Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.

Ekonomi27 Feb 2026

Pemerintah Australia telah mengumumkan megaproyek pembangunan jalur kereta cepat yang menghubungkan kota-kota besar di sepanjang pesisir timur. Sektor perkeretaapian Jepang memantau rencana ini dengan saksama, berharap dapat mengekspor teknologi Shinkansen mereka ke negara tersebut.

Langkah awal proyek ini adalah menghubungkan Sydney ke Newcastle melalui jalur sepanjang 190 kilometer. Dengan hadirnya kereta cepat, waktu tempuh yang biasanya memakan waktu lebih dari dua jam akan dipangkas menjadi hanya satu jam.

Jika disetujui pemerintah, pembangunan fisik diharapkan dapat dimulai pada tahun 2029.

Tahap pertama proyek ini diperkirakan menelan biaya sekitar 55 miliar dolar Australia. Rencana jangka panjangnya adalah menghubungkan Brisbane hingga ke Melbourne dengan total rute perjalanan sejauh 1.800 kilometer.

Para pejabat perkeretaapian Jepang telah mulai mempromosikan keunggulan teknologi mereka kepada pihak Australia. Kereta Shinkansen dikenal memiliki rekam jejak keamanan yang luar biasa, dengan pengalaman operasi selama lebih dari 60 tahun tanpa insiden besar yang mengakibatkan korban jiwa penumpang.

Saat ini, India juga tengah membangun jalur kereta cepat pertamanya dengan memanfaatkan keahlian dari Jepang. Masafumi Shukuri, Ketua International High-speed Rail Association, meyakini bahwa teknologi Jepang adalah pilihan terbaik untuk memenuhi kebutuhan transportasi di Australia.

Shukuri berharap tim perusahaan Jepang yang berpengalaman dapat bekerja sama erat dengan mitra lokal di Australia dalam proyek ini. Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyatakan pekan lalu bahwa perusahaan-perusahaan Jepang memang menunjukkan minat yang sangat besar untuk berperan dalam pembangunan tersebut.

Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.51 WIB

Sumber Berita

Penerbit
NHK WORLD
Tanggal Sumber
Catatan Sumber
2026-02-27T12:03:28.000Z
Jejak Sumber
NHK WORLD / News / WORLD
Pranala Sumber

Dengarkan Artikel

Putar versi audio langsung dari browser Anda.

Menyiapkan audio browser...

Kata Kunci

Jejak Topik

Komentar Pembaca

Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.