BERITA JEPANG

Sejarah Jepang

Kisah Hibakusha Menginspirasi Generasi Muda Jepang Bertindak Demi Perdamaian
Budaya • 19 Feb

Kisah Hibakusha Menginspirasi Generasi Muda Jepang Bertindak Demi Perdamaian

Pengeboman atom di Hiroshima dan Nagasaki sering kali hanya diajarkan sebagai sejarah. Namun, bagi sebagian anak muda di Jepang, peristiwa tersebut sama relevannya saat ini, dan telah menjadi alasan bagi mereka untuk bertindak. Tersentuh oleh kisah-kisah para penyintas yang dikenal sebagai hibakusha, mereka memilih untuk melangkah maju dengan cara-cara baru agar pesan-pesan perdamaian tetap hidup. Selama tahun fiskal lalu, Museum Peringatan Perdamaian Hiroshima mencatat rekor jumlah pengunjung tertinggi yang pernah ada: 2,2 juta pengunjung. Angka saat ini menunjukkan daya tarik tersebut berada di jalur yang tepat untuk kembali memecahkan rekor itu. Bagi banyak pengunjung, pengalaman tersebut bukan tentang sejarah sebagai sesuatu yang telah selesai, melainkan sesuatu yang belum tuntas.

Kisah Pilu Hibakusha Amerika: Perjuangan Tanpa Akhir Melawan Trauma Nuklir
Domestik • 29 Jan

Kisah Pilu Hibakusha Amerika: Perjuangan Tanpa Akhir Melawan Trauma Nuklir

Ernest Satoru Arai baru berusia 10 tahun ketika dunia memasuki era nuklir. Pada 6 Agustus 1945, anak keturunan Jepang-Amerika itu sedang berada di sekolah di Hiroshima ketika pasukan Amerika Serikat menjatuhkan bom atom yang menghancurkan kota tersebut. Arai menderita luka bakar parah dan paparan radiasi yang terus membekas dalam hidupnya sejak saat itu. Kini di usia 91 tahun, ia mengabdikan diri sebagai relawan perdamaian di Museum Memorial Perdamaian Hiroshima, membagikan pengalaman mengerikan yang dialaminya kepada pengunjung dari seluruh penjuru dunia.

Kemenangan Bersejarah: Pengadilan Jepang Wajibkan Kompensasi bagi Hibakusha di Luar Negeri
Domestik • 28 Jan

Kemenangan Bersejarah: Pengadilan Jepang Wajibkan Kompensasi bagi Hibakusha di Luar Negeri

Pemerintah harus membayar kompensasi untuk biaya medis kepada keluarga yang berduka dari korban bom atom di Hiroshima yang pindah ke luar negeri, demikian putusan pengadilan Jepang. Pengadilan menyatakan bahwa klaim pemerintah bahwa masa kadaluarsa telah habis adalah tindakan ilegal. Korban bom atom tahun 1945 dikenal sebagai “hibakusha”. Setelah Perang Dunia Dua, hukum Jepang menetapkan bahwa mereka berhak untuk mendapatkan pengobatan medis yang dibiayai oleh pemerintah. Pada tahun 1974, pemerintah Jepang mengeluarkan pernyataan bahwa hibakusha yang tinggal di luar negeri tidak akan menerima manfaat untuk membayar tagihan medis mereka. Namun, pernyataan tersebut kemudian dicabut pada tahun 2003.

80 Tahun Terlupakan! Nenek 95 Tahun Asal Filipina Cari Makam Ayah Jepang
Domestik • 27 Jan

80 Tahun Terlupakan! Nenek 95 Tahun Asal Filipina Cari Makam Ayah Jepang

Selama lebih dari 80 tahun, Rosalina Kamba dan banyak orang sepertinya di Filipina telah hidup dalam ketidakpastian. Lahir dari ibu Filipina dan ayah Jepang, mereka secara hukum dianggap sebagai warga negara Jepang pada saat kelahiran mereka. Namun, ketika ayah mereka menghilang atau meninggal dalam kekacauan akhir Perang Dunia II, dokumen yang membuktikan hubungan tersebut turut lenyap, memutus koneksi mereka dengan tanah leluhur. Kini berusia 95 tahun, Kamba akhirnya mengunjungi Jepang untuk pertama kalinya dengan dukungan dari pemerintah Jepang. Dia adalah salah satu dari sekitar 50 orang keturunan Jepang di Filipina (Japanese-Filipino children/Nikkeijin) yang masih berjuang untuk mendapatkan pengakuan resmi sebagai warga negara Jepang.