BERITA JEPANG

Penipuan

13 Warga Negara Jepang Ditahan di Indonesia, Diduga Terlibat Jaringan Penipuan
Domestik • 04 Mar

13 Warga Negara Jepang Ditahan di Indonesia, Diduga Terlibat Jaringan Penipuan

Kedutaan Besar Jepang di Indonesia menyatakan bahwa 13 warga negara Jepang telah ditahan di negara tersebut. Meskipun rinciannya belum diketahui secara pasti, mereka diduga terlibat dalam aktivitas jaringan penipuan (scam). Pihak kedutaan mengungkapkan bahwa mereka telah mendapatkan informasi dari otoritas setempat bahwa ke-13 orang tersebut ditahan di Kabupaten Bogor, dekat Jakarta, pada hari Senin (02/03/2026). Pihak kedutaan akan meminta rincian lebih lanjut kepada otoritas terkait mengenai kasus ini. Kedutaan juga menambahkan bahwa ini merupakan pertama kalinya tindakan tegas dilakukan terhadap basis penipuan di Indonesia yang melibatkan warga negara Jepang.

15 Warga Negara Jepang Ditahan di Kamboja Terkait Dugaan Penipuan
Domestik • 25 Feb

15 Warga Negara Jepang Ditahan di Kamboja Terkait Dugaan Penipuan

Kedutaan Besar Jepang di Kamboja mengonfirmasi bahwa 15 warga negara Jepang telah ditahan oleh otoritas setempat di ibu kota Phnom Penh. Pihak kedutaan menyampaikan bahwa otoritas lokal memberitahu mereka bahwa ke-15 orang tersebut ditahan pada hari Jumat pekan lalu atas dugaan keterlibatan dalam kasus penipuan. Para pejabat kedutaan telah menemui seluruh 15 orang yang ditahan dan memastikan identitas mereka sebagai warga negara Jepang. Detail lebih lanjut masih belum diketahui. Pihak kedutaan menyatakan akan bekerja sama dengan otoritas setempat dan memberikan respons yang sesuai.

Japan's Prudential Life akan membayar kembali pelanggan yang terpengaruh oleh pelanggaran staf
Bisnis • 23 Jan

Japan's Prudential Life akan membayar kembali pelanggan yang terpengaruh oleh pelanggaran staf

Prudential Life Insurance mengatakan telah membentuk panel ahli luar untuk menyelidiki pelanggaran keuangan oleh karyawan dan mengembalikan uang kepada korban. Unit Jepang dari perusahaan AS Prudential Financial pada hari Jumat mengadakan konferensi pers untuk pertama kalinya sejak skandal tersebut diumumkan ini bulan. Lebih dari 100 mantan dan karyawan saat ini telah menipu pelanggan dan memperoleh keuntungan dari penjualan produk keuangan non-perusahaan. Mereka dipercaya telah memperoleh 3,1 miliar yen, atau sekitar 20 juta dolar secara tidak sah.