BERITA JEPANG

Luar Angkasa

Startup Jepang Space One Kembali Gagal dalam Uji Coba Peluncuran Roket Ketiga
Sains & Teknologi • 05 Mar

Startup Jepang Space One Kembali Gagal dalam Uji Coba Peluncuran Roket Ketiga

Sebuah roket kecil yang dikembangkan oleh perusahaan startup asal Jepang kembali gagal dalam upaya peluncuran ketiganya pada hari Kamis (05/03/2026), setelah penerbangannya dihentikan sesaat setelah lepas landas (liftoff). Roket Kairos milik Space One meluncur dari landasan peluncuran di Kota Kushimoto, Prefektur Wakayama, pada pukul 11:10 pagi waktu setempat, dengan membawa lima satelit kecil. Perusahaan yang berbasis di Tokyo tersebut menyatakan bahwa mereka menghentikan penerbangan setelah menentukan bahwa roket tidak akan mampu menyelesaikan misinya, dan saat ini sedang menyelidiki penyebab kegagalan tersebut.

Roket Kairos Siap Mengudara Hari Kamis Setelah Tiga Kali Tertunda
Sains & Teknologi • 05 Mar

Roket Kairos Siap Mengudara Hari Kamis Setelah Tiga Kali Tertunda

Perusahaan ventura Jepang, Space One, dijadwalkan meluncurkan unit ketiga dari roket kecil Kairos miliknya pada hari Kamis (05/03/2026). Roket tersebut awalnya dijadwalkan meluncur pada 25 Februari dari pelabuhan antariksa di Kota Kushimoto, Prefektur Wakayama, Jepang bagian barat, namun tanggal tersebut telah ditunda sebanyak tiga kali. Upaya peluncuran terakhir pada hari Rabu dibatalkan sesaat sebelum lepas landas setelah kegagalan dalam menerima sinyal secara stabil dari satelit penentuan posisi yang menyediakan informasi lokasi bagi roket tersebut.

JAXA Tinjau Ulang Rencana Pengembangan Roket Epsilon S Setelah Kegagalan
Sains & Teknologi • 04 Feb

JAXA Tinjau Ulang Rencana Pengembangan Roket Epsilon S Setelah Kegagalan

Badan antariksa Jepang secara resmi memutuskan untuk meninjau rencana pengembangannya untuk roket kecil Epsilon S, yang diharapkan menjadi salah satu roket andalan negara itu. Pejabat dari Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) mengungkapkan peninjauan tersebut pada hari Rabu pada pertemuan komite pengembangan dan pemanfaatan ruang angkasa di kementerian sains dan teknologi. Keputusan itu diambil karena program pengembangan telah menghadapi kesulitan. Pada tahun 2023, ledakan terjadi selama uji pembakaran tahap kedua roket di sebuah lokasi di Prefektur Akita. Ledakan juga terjadi dalam uji lain yang dilakukan di Prefektur Kagoshima pada tahun 2024.