BERITA JEPANG

Ekonomi Jepang

Persaingan Ketat Cari Karyawan: Perusahaan Jepang Mulai Gencar Rekrut Lulusan Baru
Bisnis • 01 Mar

Persaingan Ketat Cari Karyawan: Perusahaan Jepang Mulai Gencar Rekrut Lulusan Baru

Perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Jepang mulai mempromosikan keunggulan mereka demi menarik minat para calon pelamar kerja yang akan lulus dari universitas dan sekolah lainnya pada musim semi tahun depan. Berdasarkan aturan pemerintah saat ini, perusahaan diizinkan untuk mengadakan sesi promosi bagi mahasiswa mulai tanggal 1 Maret. Sebanyak 65 bisnis mendirikan stan di bursa kerja yang diadakan di Tokyo pada Minggu (1/3). Acara ini diselenggarakan oleh salah satu penyedia informasi rekrutmen terkemuka di Jepang.

Nikkei 225 Cetak Rekor Tertinggi Baru Selama Tiga Hari Berturut-turut
Bisnis • 27 Feb

Nikkei 225 Cetak Rekor Tertinggi Baru Selama Tiga Hari Berturut-turut

Indeks acuan Bursa Efek Tokyo mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang masa pada hari Jumat untuk sesi ketiga berturut-turut. Aksi beli didorong oleh ekspektasi investasi baru di bawah kepemimpinan pemerintah yang stabil. Nikkei 225 naik 0,16 persen dan menutup pekan ini di level 58.850. Indeks sempat turun tajam saat pembukaan karena banyak investor menjual saham-saham terkait semikonduktor. Namun, indeks kemudian berbalik menguat setelah aksi beli masuk pada berbagai sektor saham, membantu indeks acuan berakhir di zona positif.

Pembuat Chip Jepang Rapidus Raih Investasi Hampir 1,7 Miliar Dolar dari Pemerintah dan Swasta
Bisnis • 27 Feb

Pembuat Chip Jepang Rapidus Raih Investasi Hampir 1,7 Miliar Dolar dari Pemerintah dan Swasta

Pembuat chip asal Jepang, Rapidus, telah berhasil menghimpun dana sebesar 267,6 miliar yen, atau setara dengan 1,7 miliar dolar AS, dalam bentuk investasi dari pemerintah dan sektor swasta, menurut data dari kementerian industri. Kementerian menyatakan bahwa hingga hari Kamis, pemerintah telah menginvestasikan 643 juta dolar, sementara sekitar 30 perusahaan sektor swasta telah menyuntikkan dana sebesar 1,1 miliar dolar. Sebagai investor tunggal terbesar, pemerintah kini menjadi pemegang saham utama. Namun, pemerintah akan membatasi hak suaranya hanya sebesar 11,5 persen. Kementerian menjelaskan bahwa pembatasan ini bertujuan untuk mengurangi campur tangan resmi dan memastikan lingkungan di mana keputusan manajemen dapat diambil dengan cepat.

Inflasi Konsumen Tokyo Melambat Menjadi 1,8 Persen pada Februari 2026
Bisnis • 27 Feb

Inflasi Konsumen Tokyo Melambat Menjadi 1,8 Persen pada Februari 2026

Harga konsumen di Tokyo naik lebih lambat pada bulan Februari dibandingkan bulan sebelumnya. Subsidi pemerintah membantu menurunkan biaya penggunaan gas dan listrik. Data sementara dari kementerian urusan dalam negeri menunjukkan indeks harga konsumen (CPI) untuk 23 distrik di ibu kota naik 1,8 persen dibandingkan tahun lalu. Angka ini 0,2 poin persentase lebih lambat dibandingkan bulan Januari. Ini juga merupakan pertama kalinya sejak Oktober 2024 tingkat inflasi turun di bawah 2 persen. Angka ini mengecualikan harga makanan segar yang fluktuatif.

Amerika Serikat Akan Naikkan Tarif Impor Menjadi 15 Persen, Berpotensi Dampak Ekspor Jepang
Bisnis • 27 Feb

Amerika Serikat Akan Naikkan Tarif Impor Menjadi 15 Persen, Berpotensi Dampak Ekspor Jepang

Perwakilan Dagang Amerika Serikat menyatakan bahwa Washington bersiap untuk menaikkan tarif impor dari 10 persen menjadi 15 persen, sebuah langkah yang dapat berdampak pada Jepang dan banyak negara lainnya. Pungutan tersebut menggantikan beberapa tarif sebelumnya yang diberlakukan oleh pemerintahan Trump, yang dibatalkan oleh Mahkamah Agung (Supreme Court) pekan lalu. Pejabat Jamieson Greer mengatakan kepada Bloomberg TV pada hari Rabu bahwa Trump akan menaikkan tarif untuk beberapa negara “dalam beberapa hari mendatang.”

Survei: Hanya Sedikit Perusahaan yang Optimis Soal Pemangkasan Pajak Konsumsi
Bisnis • 24 Feb

Survei: Hanya Sedikit Perusahaan yang Optimis Soal Pemangkasan Pajak Konsumsi

Hasil survei dari lembaga riset swasta menunjukkan bahwa hanya sekitar seperempat perusahaan yang mengharapkan dampak positif dari kemungkinan pemangkasan pajak konsumsi di Jepang. Hampir setengah dari total responden justru memperkirakan tidak ada dampak sama sekali. Survei yang dilakukan oleh Teikoku Databank ini mencatat bahwa hanya 25,7 persen perusahaan yang menganggap penurunan pajak tersebut akan menjadi perkembangan positif. Jajak pendapat daring ini dilaksanakan sesaat sebelum dan sesudah pemilihan Majelis Rendah pada 8 Februari lalu, dengan total 1.546 perusahaan yang merespons. Kuesioner tidak merinci jenis barang apa saja yang akan terdampak pemangkasan pajak maupun durasi pemberlakuannya.