BERITA JEPANG

Ekonomi Jepang

Indeks Nikkei 225 Rebound Tajam Mengikuti Penguatan Wall Street dan Redanya Ketegangan Iran
Bisnis • 05 Mar

Indeks Nikkei 225 Rebound Tajam Mengikuti Penguatan Wall Street dan Redanya Ketegangan Iran

Indeks saham utama di Tokyo mengalami reli kuat pada perdagangan Kamis pagi. Para investor mulai memborong kembali saham-saham yang sebelumnya merosot sejak pecahnya konflik di Iran. Indeks Nikkei 225 sempat melonjak lebih dari 2.300 poin, atau sekitar 4,3 persen, saat pesanan beli membanjiri pasar tepat setelah bel pembukaan perdagangan berbunyi. Sebelumnya, indeks tersebut sempat anjlok hingga 7,8 persen dalam tiga hari perdagangan hingga Rabu kemarin, di tengah kekhawatiran bahwa situasi di Timur Tengah dapat memburuk dan memukul ekonomi global.

Menteri Jepang Sinyalkan Belum Ada Rencana Pelepasan Cadangan Minyak
Bisnis • 03 Mar

Menteri Jepang Sinyalkan Belum Ada Rencana Pelepasan Cadangan Minyak

Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang, Akazawa Ryosei, menyatakan bahwa saat ini belum ada rencana mendesak untuk menggunakan cadangan minyak negara. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus memantau pasokan minyak secara ketat menyusul konflik yang masih berlangsung di Iran. “Pelepasan cadangan minyak bukan ditujukan untuk menekan harga, melainkan dilakukan untuk memastikan stabilitas pasokan dalam situasi yang dapat menyebabkan kelangkaan,” ujar Akazawa kepada wartawan pada hari Selasa. “Kami akan mengawasi rantai pasokan dengan sangat teliti.”

Pasar Saham Tokyo Anjlok Imbas Kekhawatiran Pasokan Minyak Timur Tengah
Bisnis • 03 Mar

Pasar Saham Tokyo Anjlok Imbas Kekhawatiran Pasokan Minyak Timur Tengah

Kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah terus mengguncang pasar modal Jepang. Hal ini mendorong indeks saham Nikkei 225 melemah untuk hari kedua berturut-turut. Pada perdagangan Selasa pagi, indeks acuan tersebut sempat merosot tajam lebih dari 1.400 poin, atau turun lebih dari 2,4 persen. Penurunan ini mengikuti tren negatif di bursa New York pada hari Senin. Indeks Dow Jones Industrial Average sempat anjlok hampir 600 poin sebelum akhirnya berhasil menipiskan kerugian berkat aksi beli pada saham-saham teknologi. Dow Jones menutup sesi dengan pelemahan 73 poin atau sekitar 0,15 persen.

Yen Melemah Saat Investor Buru Dolar AS di Tengah Konflik Timur Tengah
Bisnis • 03 Mar

Yen Melemah Saat Investor Buru Dolar AS di Tengah Konflik Timur Tengah

Nilai tukar Yen Jepang terus mengalami pelemahan pada perdagangan Selasa. Hal ini terjadi seiring langkah para investor yang memburu Dolar AS sebagai aset aman (safe haven) di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah. Aksi jual Yen semakin intensif dalam perdagangan di Tokyo, yang menyebabkan mata uang Jepang tersebut terperosok ke kisaran 157 Yen per Dolar AS. Respons Pemerintah Jepang Menteri Keuangan Jepang, Katayama Satsuki, menyatakan bahwa pemerintah tengah memantau perkembangan di pasar valuta asing dengan tingkat kewaspadaan tinggi.

Ekonom Peringatkan Risiko Resesi Jepang: Lonjakan Harga Minyak Akibat Konflik Iran Jadi Ancaman Serius
Bisnis • 02 Mar

Ekonom Peringatkan Risiko Resesi Jepang: Lonjakan Harga Minyak Akibat Konflik Iran Jadi Ancaman Serius

Seorang ekonom di lembaga riset terkemuka Jepang menyatakan bahwa jika harga minyak mentah terus melonjak akibat konflik di Iran, ekonomi Jepang terancam jatuh ke jurang resesi dan kesejahteraan masyarakat bisa terdampak serius. Kiuchi Takahide, Ekonom Eksekutif di Nomura Research Institute, mengungkapkan bahwa skenario yang paling mungkin terjadi adalah konflik yang berkepanjangan, yang akan mengganggu jalur pengiriman minyak mentah melalui Selat Hormuz. Menurut Kiuchi, jika harga minyak melonjak sekitar 30 persen akibat gangguan ini, hal itu dapat menekan PDB riil Jepang sebesar 0,18 persen secara tahunan dan memicu lonjakan inflasi lebih lanjut.

Pasar Saham Tokyo Anjlok, Harga Minyak Melonjak Akibat Konflik Iran
Bisnis • 02 Mar

Pasar Saham Tokyo Anjlok, Harga Minyak Melonjak Akibat Konflik Iran

Indeks saham utama Tokyo, Nikkei 225, merosot lebih dari 2,5 persen atau sekitar 1.500 poin pada perdagangan Senin (2/3). Penurunan ini terjadi menyusul serangan terhadap Iran, yang juga memicu lonjakan harga minyak dunia. Saham-saham jatuh secara merata pada pembukaan perdagangan hari Senin karena kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah. Diketahui, Jepang sangat bergantung pada kawasan tersebut untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan minyaknya. Di pasar komoditas, kontrak berjangka minyak mentah New York melonjak tajam. Tolok ukur kontrak WTI sempat melompat 12 persen dan menyentuh angka di atas 75 dolar per barel. Lonjakan ini merupakan level tertinggi sejak Juni tahun lalu.