BERITA JEPANG

Ekonomi Global

Berlanjut, Saham Tokyo Anjlok Hari Ketiga Akibat Ketegangan di Timur Tengah
Bisnis • 04 Mar

Berlanjut, Saham Tokyo Anjlok Hari Ketiga Akibat Ketegangan di Timur Tengah

Harga saham di bursa Tokyo jatuh untuk hari ketiga berturut-turut seiring berkecamuknya konflik Iran. Para investor mengkhawatirkan pertempuran yang berkepanjangan dan kenaikan harga minyak mentah dapat menyebabkan perlambatan ekonomi global. Indeks acuan Nikkei 225 ditutup melemah 3,6 persen pada hari Rabu (04/03/2026) di level 54.245. Indeks tersebut bahkan sempat merosot lebih dari 2.600 poin pada satu titik, yang merupakan penurunan harian terbesar keempat dalam sejarah bursa. Indeks acuan lainnya di kawasan Asia-Pasifik juga ikut tumbang. Indeks KOSPI Seoul anjlok 12 persen, sementara indeks TAIEX Taipei merosot 4,3 persen.

Bursa Saham Tokyo Melemah Akibat Aksi Hindari Risiko Investor
Bisnis • 02 Mar

Bursa Saham Tokyo Melemah Akibat Aksi Hindari Risiko Investor

Pasar saham Jepang bereaksi tajam terhadap serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran, yang menyebabkan indeks acuan mengalami penurunan signifikan. Indeks Nikkei 225 terpantau melemah di hampir seluruh sektor segera setelah pembukaan perdagangan pada hari Senin. Penurunan ini dipicu oleh laporan bahwa Selat Hormuz secara efektif ditutup, yang berpotensi memutus jalur pasokan minyak mentah dari Timur Tengah. Fluktuasi Pasar Indeks acuan sempat merosot hingga 2,6 persen di awal perdagangan. Meskipun sempat menunjukkan upaya bangkit, Nikkei 225 akhirnya menutup hari dengan pelemahan 1,35 persen di level 58.057. Penurunan pada hari Senin ini terjadi setelah pasar mencatat rekor tertinggi dalam tiga hari berturut-turut sebelumnya.

Dolar AS Anjlok! China Batasi Pembelian Obligasi, Apa Dampaknya bagi Yen?
Bisnis • 10 Feb

Dolar AS Anjlok! China Batasi Pembelian Obligasi, Apa Dampaknya bagi Yen?

Dolar AS melemah terhadap yen hingga ke level 155-an rendah pada satu titik di Tokyo pada hari Selasa. Penurunan ini dikaitkan dengan laporan bahwa China menyarankan lembaga keuangannya untuk membatasi kepemilikan Obligasi AS (US Treasuries). Potensi pelemahan di pasar tenaga kerja AS juga menjadi kekhawatiran lainnya. Dolar mulai melemah sehari sebelumnya di New York setelah Bloomberg News melaporkan bahwa regulator di China mendesak bank-bank untuk mengurangi pembelian obligasi pemerintah AS. Hal ini memicu aksi jual mata uang AS dan pembelian yen.