
Domestik • 29 Jan
Kisah Pilu Hibakusha Amerika: Perjuangan Tanpa Akhir Melawan Trauma Nuklir
Ernest Satoru Arai baru berusia 10 tahun ketika dunia memasuki era nuklir. Pada 6 Agustus 1945, anak keturunan Jepang-Amerika itu sedang berada di sekolah di Hiroshima ketika pasukan Amerika Serikat menjatuhkan bom atom yang menghancurkan kota tersebut. Arai menderita luka bakar parah dan paparan radiasi yang terus membekas dalam hidupnya sejak saat itu. Kini di usia 91 tahun, ia mengabdikan diri sebagai relawan perdamaian di Museum Memorial Perdamaian Hiroshima, membagikan pengalaman mengerikan yang dialaminya kepada pengunjung dari seluruh penjuru dunia.