BERITA JEPANG

Bisnis

Inflasi Jepang Melebihi 3% Tahun 2025, Didorong Oleh Harga Beras Yang Tinggi
Bisnis • 23 Jan

Inflasi Jepang Melebihi 3% Tahun 2025, Didorong Oleh Harga Beras Yang Tinggi

Japan’s inflasi tahun 2025 untuk harga konsumen melebihi 3 persen, didorong oleh lonjakan catatan harga beras. Kementerian Urusan Dalam Negeri mengatakan Indeks Harga Konsumen atau CPI naik 3,1 persen dari setahun yang lalu. Indikator ini, yang tidak mencakup makanan segar, naik 0,6 poin persen dari tahun sebelumnya. Pembacaan ini berarti CPI telah melebihi 2 persen selama empat tahun berturut-turut. Terakhir kali melebihi 3 persen adalah pada tahun 2023. Harga beras naik 67,5 persen, yang merupakan lonjakan terbesar sejak catatan yang dapat dibandingkan dimulai pada tahun 1971.

BOJ Menjaga Suku Bunga Polisinya Tetap pada 0,75%
Bisnis • 23 Jan

BOJ Menjaga Suku Bunga Polisinya Tetap pada 0,75%

Bank of Japan menyatakan akan mempertahankan suku bunga benchmarknya tetap. Keputusan ini diambil setelah bank sentral tersebut menaikkan suku bunganya sebesar seperempat persen pada bulan Desember hingga tingkat tertinggi dalam 30 tahun terakhir. BOJ menyatakan di akhir rapat kebijakannya selama dua hari pada hari Jumat bahwa mereka akan terus menargetkan suku bunga jangka pendek sekitar 0,75 persen. Bank tersebut menaikkan ramalannya untuk pertumbuhan pada tahun fiskal saat ini dan tahun berikutnya dalam outlook mereka untuk aktivitas ekonomi dan harga.

Indeks Nikkei 225 naik setelah Trump menarik ancaman tarif terhadap Greenland
Bisnis • 22 Jan

Indeks Nikkei 225 naik setelah Trump menarik ancaman tarif terhadap Greenland

Japan’s indeks saham Nikkei 225 naik untuk pertama kalinya dalam enam hari perdagangan pada hari Kamis. Investor menjadi optimis setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mundur dari rencana untuk menarifkan negara-negara yang menentang rencananya untuk mengakuisisi Greenland. Indeks referensi Tokyo menutup hari itu naik 1,7 persen di 53.688. Sebelum langkah Trump, investor telah khawatir tentang kemungkinan eskalasi tekanan perdagangan antara Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.

Jepang mencatat defisit perdagangan selama lima tahun berturut-turut
Bisnis • 22 Jan

Jepang mencatat defisit perdagangan selama lima tahun berturut-turut

Japan mencatat defisit perdagangan untuk tahun kelima berturut-turut pada tahun 2025. Namun, kekurangan itu setengah dari tahun sebelumnya, sebagian karena penurunan harga minyak mentah dan batubara. Angka-angka tersebut dirilis oleh Kementerian Keuangan pada hari Kamis. Mereka menunjukkan bahwa neraca perdagangan negara itu merah lebih dari 2,6 triliun yen atau 16,7 miliar dolar. Ekspor rekor juga membantu mengecilkan defisit. Mereka tumbuh lebih dari 3 persen dari tahun sebelumnya, sementara impor naik sedikit 0,3 persen.

PM Britania Raya Starmer kemungkinan akan bertemu dengan PM Takaichi di Jepang minggu depan
Bisnis • 22 Jan

PM Britania Raya Starmer kemungkinan akan bertemu dengan PM Takaichi di Jepang minggu depan

British Prime Minister Keir Starmer berencana bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Takaichi Sanae di Jepang. Kunjungan tersebut kemungkinan akan terjadi pada paruh kedua minggu depan. Banyak sumber pemerintah Jepang mengatakan bahwa persiapan untuk kunjungan Starmer sedang dilakukan. Ini akan menjadi kunjungan pertamanya ke Jepang sejak ia menjabat. Takaichi dan Starmer diharapkan akan membahas keinginan mereka untuk bekerja sama lebih dalam bidang keamanan ekonomi dan pertahanan. Pembicaraan tentang keamanan ekonomi kemungkinan akan menyentuh kebutuhan untuk memperkuat rantai pasok.

BOJ Kemungkinan Tetap pada Suku Bunga; Diskusikan Yen Lemah, Obligasi
Bisnis • 22 Jan

BOJ Kemungkinan Tetap pada Suku Bunga; Diskusikan Yen Lemah, Obligasi

Bank of Japan diharapkan akan mempertahankan suku bunga utamanya pada tingkat yang sama dalam pertemuan selama dua hari yang dimulai hari Kamis. Para pembuat kebijakan dalam pertemuan tersebut akan membahas dampak keberadaan volatilitas pasar keuangan baru-baru ini terhadap ekonomi. Kecepatan kenaikan suku bunga di masa depan juga termasuk dalam agenda. Bank tersebut telah menaikkan suku bunga kebijakannya sebesar seperempat persen pada bulan Desember hingga sekitar 0,75 persen. Para pengamat BOJ mengatakan bahwa pejabat ingin lebih banyak waktu untuk menilai dampak kenaikan tersebut terhadap keuangan rumah tangga dan laba perusahaan.