
Asosiasi Anime Jepang Khawatirkan Penggunaan Karakter Ilegal di AI ByteDance
Sebuah asosiasi di Jepang menyatakan keprihatinannya atas kemungkinan penggunaan karakter berhak cipta tanpa izin dalam video yang dibuat oleh generator video AI milik ByteDance. Perusahaan asal Tiongkok tersebut, yang merupakan induk dari aplikasi berbagi video TikTok, meluncurkan versi uji coba dari Seedance 2.0 awal bulan ini. Alat ini memungkinkan pengguna membuat video definisi tinggi dengan memasukkan perintah teks (prompt). Sejumlah video, yang tampaknya dibuat menggunakan alat tersebut dan menampilkan karakter anime Jepang, telah diunggah di media sosial. Video lain yang diunggah menampilkan figur yang dirancang menyerupai politisi dan selebritas dunia nyata. Dalam video-video tersebut, figur-figur itu terlibat dalam perkelahian dan tindakan lainnya.
