BERITA JEPANG

Halaman 20

Empat Tahun Perang: Semangat Warga Ukraina yang Tak Pernah Padam, Termasuk di Jepang
Domestik • 24 Feb

Empat Tahun Perang: Semangat Warga Ukraina yang Tak Pernah Padam, Termasuk di Jepang

Invasi Rusia telah membuat banyak warga Ukraina kelelahan. Namun bahkan setelah empat tahun perang, semangat mereka tetap utuh. Sebagian yang sempat mengungsi kini memilih pulang meski dalam bahaya. Sebagian lainnya bertekad menjalani kehidupan baru di luar negeri, termasuk di Jepang. “Ini akan menjadi tahun keempat perang,” kata Yehor Maksymovych awal bulan ini di Kyiv. “Rumah tetaplah rumah… Ada sirene serangan udara, rudal, dron. Tapi keputusan saya untuk kembali sepenuhnya sadar.”

Novel Ringan 'I Was Reincarnated as the Heroine on the Verge of a Bad Ending' Resmi Diadaptasi Jadi Anime
Animanga • 24 Feb

Novel Ringan 'I Was Reincarnated as the Heroine on the Verge of a Bad Ending' Resmi Diadaptasi Jadi Anime

Penerbit TO Books secara resmi mengumumkan adaptasi anime untuk seri novel ringan karya Kotoko yang berjudul Bad End Mokuzen no Heroine ni Tensei shita Watashi, Konse dewa Renai suru Tsumori ga Cheat na Ani ga Hanashite Kuremasen!? (I Was Reincarnated as the Heroine on the Verge of a Bad Ending, and I’m Determined to Fall in Love!) pada Rabu (26/2). Kotoko mulai menulis kisah fantasi romansa ini di situs Shousetsuka ni Narou pada April 2021. TO Books kemudian mulai menerbitkan versi novel ringannya pada Januari 2022 dengan ilustrasi oleh Tsukasa Satsuki untuk dua volume pertama, sebelum Kei Kumanomi mengambil alih tugas ilustrasi mulai volume ketiga dan seterusnya.

Wisatawan Coba 'Kotatsu' Ramah Lingkungan Bertenaga Panas Bumi di Unzen
Wisata • 24 Feb

Wisatawan Coba 'Kotatsu' Ramah Lingkungan Bertenaga Panas Bumi di Unzen

Para wisatawan berkesempatan menikmati kehangatan “kotatsu” ramah lingkungan—meja pemanas tradisional Jepang yang diselimuti selimut—di Kota Unzen, Prefektur Nagasaki, Jepang bagian barat daya, yang terkenal dengan pemandian air panasnya. Alas duduk dipasang langsung di atas tanah untuk memanfaatkan panas bumi sebagai pengganti listrik. Setiap meja kemudian ditutup dengan selimut. Kombinasi ini oleh penyelenggara disebut “eco-tatsu”—sejenis kotatsu yang sama sekali tidak menggunakan listrik. UNZEN Destination Service, sebuah organisasi lokal, menggelar acara ini agar pengunjung bisa mencoba langsung sensasi “eco-tatsu”. Dua unit “eco-tatsu” disiapkan, masing-masing mampu menampung enam orang.

Menteri Perdagangan Jepang Minta AS Hormati Perjanjian Dagang yang Sudah Ada
Bisnis • 24 Feb

Menteri Perdagangan Jepang Minta AS Hormati Perjanjian Dagang yang Sudah Ada

Menteri Perdagangan Jepang Akazawa Ryosei menyatakan bahwa ia telah meminta mitra kerjanya di AS untuk memastikan perkembangan tarif terbaru tidak mempengaruhi perjanjian yang telah disepakati antara kedua negara. Kesepakatan yang dicapai pada Juli lalu menetapkan tarif sebesar 15 persen untuk impor dari Jepang. Selain itu, bea masuk untuk kendaraan dan suku cadang otomotif Jepang berdasarkan undang-undang yang berbeda juga telah diturunkan dari 25 persen menjadi 15 persen. Elemen lain dari hubungan dagang kedua negara terungkap pekan lalu, yakni proyek-proyek perdana dari komitmen investasi senilai 550 miliar dolar AS yang dilakukan Jepang di perekonomian Amerika.

Survei: Hanya Sedikit Perusahaan yang Optimis Soal Pemangkasan Pajak Konsumsi
Bisnis • 24 Feb

Survei: Hanya Sedikit Perusahaan yang Optimis Soal Pemangkasan Pajak Konsumsi

Hasil survei dari lembaga riset swasta menunjukkan bahwa hanya sekitar seperempat perusahaan yang mengharapkan dampak positif dari kemungkinan pemangkasan pajak konsumsi di Jepang. Hampir setengah dari total responden justru memperkirakan tidak ada dampak sama sekali. Survei yang dilakukan oleh Teikoku Databank ini mencatat bahwa hanya 25,7 persen perusahaan yang menganggap penurunan pajak tersebut akan menjadi perkembangan positif. Jajak pendapat daring ini dilaksanakan sesaat sebelum dan sesudah pemilihan Majelis Rendah pada 8 Februari lalu, dengan total 1.546 perusahaan yang merespons. Kuesioner tidak merinci jenis barang apa saja yang akan terdampak pemangkasan pajak maupun durasi pemberlakuannya.

Penulis Myanmar Ma Thida Tur Ceramah di Jepang: 'Literasi adalah Senjata Demokrasi'
Budaya • 24 Feb

Penulis Myanmar Ma Thida Tur Ceramah di Jepang: 'Literasi adalah Senjata Demokrasi'

Penulis peraih penghargaan asal Myanmar, Ma Thida, menegaskan bahwa membaca dan berpikir kritis adalah alat perlawanan yang esensial—sekaligus fondasi bagi demokrasi masa depan. Berbicara dalam tur ceramah di tiga kota di Jepang, mantan tahanan politik yang kini hidup dalam pengasingan di Jerman ini merefleksikan kondisi Myanmar pasca-kudeta, di mana militer terus mengokohkan kekuasaannya meski mengklaim tengah kembali ke pemerintahan sipil. Ma Thida mengunjungi Tokyo, Nagoya, dan Osaka, di mana ia mengimbau hadirin untuk membaca secara luas. Ia berargumen bahwa sastra mempertajam kesadaran dan memperkuat kemampuan berpikir kritis—senjata paling ampuh untuk perlawanan dan transformasi menuju demokrasi.