5 Tahun Kudeta Myanmar: Warga di Tokyo Tuntut Pembebasan Aung San Suu Kyi

Ratusan warga Myanmar di Jepang menggelar demonstrasi di Tokyo, Minggu, tepat lima tahun setelah militer Myanmar merebut kekuasaan dalam sebuah kudeta.
Pada 1 Februari 2021, militer Myanmar menahan pemimpin pro-demokrasi Aung San Suu Kyi, dengan tuduhan penipuan pemilu pada tahun sebelumnya.
Di hari ulang tahun yang kelima, sekitar 600 orang, sebagian besar warga Myanmar, turun ke jalan-jalan Tokyo untuk menuntut pembebasan Aung San Suu Kyi dan lainnya.
Para demonstran juga meminta kepada pemerintah Jepang untuk tidak mengakui hasil pemilu Myanmar yang baru-baru ini, karena junta telah mengecualikan partai-partai pro-demokrasi dari pemilu tersebut.
Para demonstran kemudian berbaris menuju kedutaan Myanmar, berteriak, “Merdeka untuk Myanmar.”
Seorang warga Myanmar berusia 31 tahun mengatakan bahwa orang-orang di negaranya telah terus berdemonstrasi selama lima tahun terakhir tidak peduli seberapa banyak mereka ditekan oleh junta.
Dia mengatakan bahwa dia berharap Myanmar akan menjadi sebuah negara di mana pemuda dapat hidup dalam damai.
Seorang peserta berusia 20 tahun mengatakan bahwa dia ingin membantu orang-orang di negaranya untuk meningkatkan kehidupan mereka. Dia mengatakan bahwa dia kehilangan rumahnya di Myanmar selama serangan militer.
Para pengatur acara mengatakan bahwa demonstrasi serupa juga digelar di Minggu di delapan lokasi lainnya, termasuk Osaka dan Fukuoka.