BERITA JEPANG
Umum Bisnis Hobi 13 March 2026

Investasi Masa Depan? Demam Kartu Permainan Jepang Pemicu Perburuan Aset Global

Oleh NHK Sumber: NHK
Investasi Masa Depan? Demam Kartu Permainan Jepang Pemicu Perburuan Aset Global

Permainan kartu koleksi (Trading Card Games atau TCG) telah menjadi salah satu sektor paling dinamis dalam budaya populer Jepang. Berawal dari sekadar hobi di taman bermain, kini TCG telah berevolusi menjadi obsesi serius yang melibatkan berbagai usia, mulai dari pemain kasual, kolektor fanatik, hingga investor profesional.

Turnamen kartu permainan di Tokyo

Di Tokyo, turnamen TCG rutin digelar dengan skala besar. Salah satu acara di akhir tahun lalu mampu menarik sekitar 600 pemain dari berbagai latar belakang usia. Mereka datang dengan membawa dek kartu andalan, terutama kartu Pokemon yang legendaris. Dalam turnamen ini, para pemain beradu strategi satu lawan satu, mengeluarkan kekuatan karakter yang tertera pada kartu untuk mengalahkan lawan.

Alat Komunikasi Lintas Generasi

Kanno Koji (41), salah satu peserta turnamen, memberikan testimoni tentang manfaat sosial dari permainan ini. Ia telah menjadi penggemar kartu Pokemon sejak pertama kali diluncurkan 30 tahun lalu. “Saya mendapatkan begitu banyak teman yang semuanya bercita-cita menjadi pemain terbaik di Jepang. Kartu Pokemon telah menjadi alat komunikasi yang luar biasa bagi saya,” kenangnya. Kanno, yang kini bekerja di toko kartu dan bertugas menetapkan harga, juga menggunakan hobi ini untuk mempererat hubungan dengan anak-anaknya di hari libur.

Kanno Koji menunjukkan pialanya

Nilai Pasar yang Meledak

Menurut Asosiasi Mainan Jepang, nilai pasar kartu permainan telah melampaui 300 miliar yen (sekitar 1,9 miliar dolar AS) pada tahun fiskal 2024. Lonjakan ini dipicu oleh tren video unboxing di media sosial yang mulai viral sekitar tahun 2019. Pandemi COVID-19 juga turut berperan, di mana banyak orang yang bekerja dari rumah kembali menekuni hobi masa kecil mereka.

Kini, kartu-kartu langka tidak lagi hanya dilihat sebagai mainan, melainkan sebagai aset investasi yang sangat berharga. Hal ini memicu gelombang turis asing yang datang ke Jepang, khususnya ke area Akihabara di Tokyo, hanya untuk berburu kartu idaman.

Kontroversi di Balik Harga Selangit

Namun, popularitas yang meroket ini bukannya tanpa kontroversi. Harga yang melambung tinggi dan munculnya para pencatut (scalpers) mulai menyulitkan anak-anak dan pemain biasa untuk menikmati permainan ini. Pada bulan Februari lalu, sebuah kartu langka “Pokemon Illustrator” terjual dengan harga fantastis hampir 16,5 juta dolar AS di Amerika Serikat, memecahkan rekor dunia Guinness.

Area Akihabara yang menjadi pusat TCG

Meskipun industri menghadapi tantangan dalam hal regulasi harga, antusiasme global terhadap budaya kartu permainan Jepang diprediksi tidak akan memudar dalam waktu dekat. Jepang tetap menjadi jantung utama dari ekosistem TCG dunia yang terus berdenyut kencang.