Tokyo Skytree Ditutup Sementara Usai Pengunjung Terjebak di Dalam Lift

Struktur bangunan tertinggi di Jepang yang sekaligus menjadi salah satu destinasi wisata paling populer, Tokyo Skytree, terpaksa ditutup sementara waktu. Langkah ini diambil usai 20 orang wisatawan dilaporkan terjebak di dalam salah satu lift selama lebih dari lima jam.
Pihak kepolisian Tokyo serta operator menjelaskan bahwa dua lift yang melayani rute ke dek observasi mendadak mati tak lama sebelum pukul 20.30 waktu setempat pada hari Minggu.
Satu lift diketahui dalam keadaan kosong, namun lift lainnya tengah membawa sekitar 20 penumpang, dua di antaranya adalah anak-anak. Lift tersebut mendadak mandek di ketinggian sekitar 30 meter di atas permukaan tanah.
Tim penyelamat dari regu pemadam kebakaran kemudian memosisikan lift di sebelahnya sejajar dengan lift yang macet. Setelah membuka pintu darurat penghubung antarlift dan membentangkan pelat logam sebagai jembatan, mereka mulai mengevakuasi para penumpang satu per satu. Operasi evakuasi tersebut resmi rampung setelah memakan waktu sekitar lima setengah jam lamanya.
Pihak pengelola menara pada hari Senin dengan tegas memutuskan untuk menutup seluruh area fasilitas guna menyelidiki letak permasalahan sistem lift mereka. Alhasil, para staf pun disibukkan dengan proses pengembalian uang (refund) tiket bagi pengunjung yang terlanjur membeli tiket presale ke area dek observasi.
Seorang turis wanita dari Prefektur Shizuoka mengaku bahwa liburannya kali ini adalah untuk merayakan hari ulang tahun pernikahan bersama keluarga, dan tentu saja sangat menantikan momen berkunjung ke Tokyo Skytree. Ia pun merasa cukup menyayangkan penutupan mendadak ini.
Sementara itu, wisatawan asal Austria yang sebelumnya pernah berkunjung ke menara ini dan ingin kembali bernostalgia juga tak menduga akan mendapati pintunya tertutup rapat.
Operator sangat menyesalkan kejadian tersebut dan berjanji akan kembali membuka Tokyo Skytree untuk publik segera setelah seluruh standar keselamatan dijamin sepenuhnya.