Tiga Aliran Utama Upacara Teh Beri Penghormatan kepada Legenda Sen no Rikyu

Di ibu kota kuno Jepang, Kyoto, tiga kelompok yang mengajarkan gaya upacara teh tradisional yang didirikan oleh master abad ke-16, Sen no Rikyu, berkumpul untuk memberikan penghormatan kepada pendiri legendaris mereka.
Para pemimpin kelompok tersebut pada hari Sabtu mengunjungi kuil Daitoku-ji, yang tahun ini merayakan 700 tahun sejak pendiriannya. Mereka berpartisipasi dalam upacara di depan patung Rikyu yang jarang diperlihatkan kepada publik maupun dipindahkan dari lokasinya. Pada bulan Oktober mendatang, patung tersebut akan dipamerkan untuk pertama kalinya di Museum Nasional Tokyo.
Kuil Daitoku-ji memiliki hubungan sangat erat dengan Rikyu. Patung tersebut dibuat pada abad ke-19 dan konon menggambarkan sang master yang sedang berjalan di hari bersalju sambil memegang tongkat dan mengenakan sandal.
Perwakilan kuil, Fukushiro Yodo, menyatakan bahwa ketiga kelompok tersebut telah mewarisi gaya khas Rikyu. Ia menambahkan bahwa jika salah satu dari mereka hilang, gaya upacara teh yang ada saat ini tidak akan pernah ada.
Ia juga menceritakan bahwa ia meminta para master untuk menyajikan persembahan teh sebagai wujud rasa hormat kepada Rikyu, dan mengaku sangat terharu dengan momen tersebut.