BERITA JEPANG
Umum Bisnis 13 March 2026

Perkuat Kemandirian Energi! Sojitz dan Perusahaan Australia Sepakat Kembangkan Tambang Logam Tanah Jarang Baru

Oleh NHK Sumber: NHK
Perkuat Kemandirian Energi! Sojitz dan Perusahaan Australia Sepakat Kembangkan Tambang Logam Tanah Jarang Baru

Perusahaan perdagangan raksasa Jepang, Sojitz, mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dasar dengan perusahaan sumber daya asal Australia untuk mengembangkan tambang logam tanah jarang (rare earth) baru. Langkah ini strategis untuk mengamankan rantai pasok global di luar dominasi Tiongkok.

Sojitz berinvestasi di perusahaan tersebut, Lynas Rare Earths, melalui usaha patungan yang didirikan bersama organisasi bentukan pemerintah Jepang, JOGMEC (Japan Organization for Metals and Energy Security). Saat ini, Sojitz juga telah terlibat aktif dalam pengembangan logam tanah jarang di pertambangan Australia Barat.

Kerja Sama Strategis Global

Kesepakatan yang ditandatangani pada hari Jumat di Brisbane ini mencakup:

  1. Potensi ekspansi tambang yang saat ini sudah berjalan.
  2. Pengembangan tambang baru baik di dalam maupun di luar wilayah Australia.
  3. Eksplorasi dan penilaian lokasi tambang potensial serta pembangunan fasilitas pemurnian yang diperlukan.

Mengurangi Ketergantungan pada Tiongkok

Saat ini, Tiongkok menguasai sekitar 60 persen penambangan logam tanah jarang dunia dan sangat mendominasi rantai pasokannya. Bagi Jepang, mengurangi ketergantungan ini adalah tantangan besar sekaligus prioritas keamanan ekonomi nasional.

Logam tanah jarang sangat krusial karena merupakan komponen utama dalam pembuatan berbagai teknologi tinggi, mulai dari motor untuk mobil listrik (EV) hingga turbin angin.

CEO Sojitz, Uemura Kosuke, menekankan pentingnya kerja sama ini untuk mengidentifikasi deposit berkualitas tinggi guna memperkuat ketahanan ekonomi Jepang. Tahun lalu, Sojitz telah mencetak sejarah sebagai perusahaan pertama yang mulai mengimpor logam tanah jarang berat dari Lynas ke Jepang dari sumber di luar Tiongkok.