Siswa Sekolah Jepang di Dubai Ketakutan Akibat Serangan Balasan Iran

Sebuah sekolah Jepang di Uni Emirat Arab melaporkan bahwa murid-muridnya merasa ketakutan dan cemas di tengah serangkaian serangan balasan oleh Iran di negara-negara Timur Tengah, menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran.
Kementerian Pendidikan Jepang menyatakan bahwa total 254 siswa Jepang bersekolah di delapan sekolah Jepang di negara-negara Timur Tengah. Ditambahkan pula bahwa sejauh ini tidak ada laporan kerusakan bangunan akibat serangan tersebut.
Sebuah sekolah di Dubai memiliki 105 anak-anak Jepang, yang mencakup hampir separuh dari total siswa. Sekolah tersebut beralih ke kelas daring pada hari Senin (02/03/2026) demi keselamatan anak-anak.
Kondo Seiichi, kepala sekolah tersebut, mengatakan fasilitas pendidikan mereka terletak di bagian pusat kota Dubai. Ia mengaku sering mendengar suara keras dari misil dan pesawat nirawak (drone) yang dicegat di udara, serta kebakaran yang disebabkan oleh jatuhnya serpihan proyektil di banyak tempat.
Rekaman video yang diambil oleh seorang guru sekolah di sebuah hotel di area Marina Dubai pada Sabtu malam menunjukkan sebuah objek yang dilalap api jatuh dari langit.
Kondo mengatakan banyak siswa dan orang tua mereka sedang mempertimbangkan untuk segera kembali ke Jepang. Ia menambahkan bahwa saat ini belum ada kepastian mengenai pelaksanaan upacara kelulusan yang awalnya dijadwalkan pada 10 Maret mendatang.
Kondo menuturkan bahwa mereka mendengar suara ledakan keras hampir setiap hari dan merasa sangat kuat bahwa mereka sedang berada di tengah peperangan. Ia menambahkan bahwa anak-anak yang melihat jatuhnya misil merasa sangat takut dan cemas. Ia berharap agar anak-anak dapat segera kembali ke kehidupan normal sehingga mereka bisa bersekolah lagi.