Pasar Saham Tokyo Bergejolak, Indeks Nikkei 225 Tertekan Lonjakan Harga Minyak

Kekhawatiran mengenai pasokan minyak dari Timur Tengah terus membayangi para investor di Jepang, yang memicu gejolak (volatilitas) pada perdagangan saham di bursa Tokyo.
Indeks acuan Nikkei 225 sempat anjlok hampir 1,4 persen, atau lebih dari 750 poin, pada perdagangan hari Jumat sebelum akhirnya ditutup dengan sedikit penguatan di sesi pagi. Pergerakan saham terpantau fluktuatif, berayun antara zona hijau dan merah setelah jeda perdagangan.
Sumber pasar menyebutkan bahwa investor bereaksi sangat gugup terhadap pergerakan harga minyak mentah berjangka (crude oil futures). Hal ini menyebabkan harga saham berfluktuasi secara liar sepanjang sesi perdagangan.
Para pelaku pasar dilaporkan masih enggan untuk melakukan transaksi secara agresif mengingat tingginya ketidakpastian seputar situasi di Iran.
Harga minyak mentah WTI melonjak ke kisaran rendah 82 dolar per barel pada perdagangan di New York pada hari Kamis, yang merupakan level tertinggi sejak Juli 2024.
Laporan mengenai serangan terhadap sebuah kapal tanker di dekat Selat Hormuz—jalur maritim vital untuk bahan bakar fosil—semakin menambah ketakutan investor bahwa pasokan minyak akan mengalami gangguan serius dalam waktu dekat. Situasi ini membuat pasar modal Jepang tetap berada dalam tekanan tinggi.