Raja 'Scout' Industri Seks Ditangkap! Pimpin Sindikat 'Natural' dengan 1.500 Anggota

Polisi Jepang telah menahan pemimpin sebuah grup “scout” (perekrut) ilegal yang merekrut wanita untuk industri seks. Penangkapan ini terkait tuduhan pembayaran uang perlindungan kepada sindikat kejahatan terorganisir (Yakuza).
Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo menahan Hiroaki Obata (40 tahun) pada hari Senin saat ia bersembunyi di Kota Amami, Prefektur Kagoshima.
Obata memimpin grup scout terbesar di Jepang yang dikenal sebagai “Natural,” yang memiliki lebih dari 1.500 anggota di seluruh negeri. Grup ini diyakini sebagai “Tokuryu” — istilah untuk kelompok kriminal anonim dan cair yang semakin marak di Jepang.
Kepolisian Metropolitan mencurigai bahwa Obata membayar 600.000 yen (sekitar 3.900 dolar) sebagai uang perlindungan kepada anggota sindikat kejahatan pada Juli 2023. Tindakan ini melanggar peraturan Tokyo yang bertujuan untuk memutus aliran dana ke kelompok kejahatan terorganisir dari bisnis lokal.
Uang tersebut diyakini dibayarkan sebagai imbalan atas perlindungan terhadap aktivitas perekrutan ilegal grup tersebut di distrik hiburan Shibuya, Tokyo.
Grup Natural diduga meraup lebih dari 4,4 miliar yen (sekitar 28,5 juta dolar) per tahun dengan menyalurkan wanita yang direkrut ke bisnis terkait seks dan hiburan malam, serta mengambil potongan komisi dari pendapatan para wanita tersebut.
Kepolisian Tokyo sebelumnya telah menahan beberapa anggota grup tersebut. Pada Januari 2025, polisi melakukan penggerebekan ke tempat-tempat terkait grup namun menemukan bahwa Obata telah melarikan diri.
Polisi memasukkan tersangka ke dalam daftar pencarian orang (DPO) nasional pada bulan November dan merilis foto-fotonya ke publik pada hari Rabu minggu lalu. Dua hari kemudian, mereka menerima petunjuk anonim tentang keberadaan pria yang mirip dengannya di Kota Amami.
Penyelidik menemukan Obata bersembunyi di sana dan menangkapnya pada hari Senin. Tersangka dilaporkan menolak memberikan komentar kepada penyelidik mengenai kasus ini. Kepolisian Metropolitan berencana untuk melanjutkan investigasi dengan tujuan utama membubarkan grup tersebut hingga ke akarnya.