BERITA JEPANG
Domestik Sosial 04 March 2026

Putusan Pembubaran Unification Church: Reaksi Korban dan Pengikut Generasi Kedua

Oleh NHK Sumber: NHK
Putusan Pembubaran Unification Church: Reaksi Korban dan Pengikut Generasi Kedua

Sekitar 80 orang, termasuk pengikut generasi kedua dari kelompok religius yang dikenal luas sebagai Unification Church, berkumpul di Tokyo untuk menunggu putusan Pengadilan Tinggi pada hari Rabu (04/03/2026).

Pada pukul 11:10 pagi, ketika mereka diberitahu tentang perintah pembubaran, para peserta tampak menghela napas dalam-dalam atau menunduk lesu ke arah lantai.

Kojima Kiaki, yang mengepalai kelompok pengikut generasi kedua yang didedikasikan untuk melindungi hak-hak jamaah, kemudian berbicara dalam konferensi pers. Ia menyatakan bahwa dirinya diliputi kekhawatiran dan kecemasan mengenai masa depan gereja dan bagaimana para pengikut harus melanjutkan keyakinan mereka.

Kojima menegaskan tidak akan kehilangan imannya dan akan mencari cara untuk melanjutkan aktivitasnya, sembari bertujuan untuk membina pemahaman bersama antara pengikut dan masyarakat umum. Ia menambahkan bahwa dirinya tidak percaya kelompok religius tersebut tidak memiliki ruang untuk perbaikan atau harus dibubarkan sepenuhnya secara hukum.

Pengikut lainnya, Nitta Go, mengaku sangat terpukul karena merasa seluruh jalan hidupnya telah ditolak oleh hukum. Ia menyatakan tidak bisa menerima sepenuhnya keputusan pengadilan tersebut. Nitta mempertanyakan alasan kelompok tersebut diperintahkan bubar dan meragukan apakah pengadilan benar-benar memahami aktivitas nyata para pengikutnya.

Ia khawatir akan dikucilkan dari masyarakat hanya karena memiliki keyakinan tertentu, dan berharap pada masyarakat di mana kebebasan beragama dijamin sepenuhnya.

Di sisi lain, kelompok yang terdiri dari anak-anak mantan pengikut dan pengacara yang mendukung mereka mengeluarkan pernyataan yang menyambut baik putusan tersebut. Mereka menyatakan bahwa keputusan pengadilan akan berkontribusi besar dalam memberikan keadilan bagi para korban. Namun, mereka mencatat bahwa proses likuidasi harus memastikan kompensasi tidak hanya bagi mereka yang memberikan donasi besar, tetapi juga bagi anak-anak pengikut yang terdampak secara psikologis dan finansial.

Pernyataan tersebut menekankan bahwa solusi mendasar bagi masalah anak-anak pengikut masih jauh dari harapan, dan mendesak pemerintah untuk segera membentuk sistem serta program bantuan hidup bagi mereka.