Prudential Life Jepang Bentuk Panel Independen untuk Investigasi Skandal Dana Nasabah

Prudential Life Insurance Jepang mengumumkan rencana pembentukan panel pengacara pihak ketiga untuk menyelidiki rincian penyimpangan yang dilakukan oleh staf penjualannya. Staf tersebut diduga telah menyalahgunakan dana nasabah hingga puluhan juta dolar.
Unit dari Prudential Financial yang berbasis di AS ini mengungkapkan bulan lalu bahwa lebih dari 100 karyawan, baik yang masih aktif maupun mantan karyawan, telah menipu nasabah dan memperoleh dana sebesar 3,1 miliar yen, atau sekitar 20 juta dolar (Rp310 miliar). Perusahaan menemukan penyimpangan ini melalui investigasi internal.
Pada hari Selasa, Prudential Life menyatakan bahwa panel tersebut akan memeriksa tata kelola perusahaan, termasuk respons manajemen di masa lalu, serta membahas langkah-langkah untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
Perusahaan juga mengatakan telah membentuk komite kompensasi di mana para ahli dari luar akan melakukan tinjauan independen mengenai kebutuhan dan jumlah kompensasi bagi para nasabah yang terdampak.
Selain itu, sebuah kontak penyelidikan khusus telah dibuat untuk menerima klaim kerugian. Perusahaan berjanji akan memberikan kompensasi penuh atas kerugian tersebut, termasuk uang yang ditipu oleh mantan karyawan jika dianggap perlu oleh komite.
Prudential Life menyebutkan bahwa sejauh ini telah masuk sekitar 300 pertanyaan dari nasabah, termasuk kasus-kasus yang sebelumnya tidak diketahui oleh perusahaan.
Perusahaan mencatat adanya karyawan yang menerima suap (kickback) ketika mereka memperkenalkan instrumen keuangan dan penyedia layanan yang tidak diizinkan berdasarkan aturan internal kepada nasabah. Namun, perusahaan tidak mengungkapkan jumlah kasus semacam itu.
Prudential Life memperkirakan bahwa penangguhan penjualan, pembayaran kompensasi, dan faktor-faktor lainnya akan berdampak pada keuntungan mereka hingga mencapai 350 juta dolar, atau lebih dari 54 miliar yen (Rp5,4 triliun).
Sebagai respons atas insiden ini, perusahaan pada hari Senin mulai menangguhkan penjualan polis baru dan menghentikan perekrutan tenaga penjualan.
Presiden Direktur Tokumaru Hiromitsu mengatakan kepada wartawan bahwa insiden ini merupakan masalah serius yang mempertanyakan fondasi kepercayaan, dan upaya untuk mendapatkan kembali kepercayaan tersebut akan menjadi jalan panjang yang menanjak.
Ia menambahkan bahwa perusahaan akan melakukan yang terbaik untuk memberikan kompensasi, mengambil langkah-langkah pencegahan, dan membangun kembali kepercayaan publik.