Pria Jepang Bantah Bersalah Atas Kematian Wanita Akibat 32 Sloki Tequila

Seorang pria di Jepang mengaku tidak bersalah atas tuduhan menyebabkan kematian seorang wanita setelah memaksanya meminum 32 sloki tequila. Tindakan tersebut diduga dilakukan dengan niat awal untuk melakukan perbuatan tidak senonoh.
Persidangan terhadap terdakwa bernama Itaya Hiroki ini dimulai di Pengadilan Distrik Nagoya, Jepang tengah, pada Senin kemarin.
Kronologi Kejadian
Tiga tahun lalu, Itaya dituduh mendorong seorang wanita berusia 25 tahun untuk mengonsumsi alkohol dalam jumlah berlebihan sebelum membawanya ke sebuah hotel. Wanita tersebut kemudian dinyatakan meninggal dunia akibat hypoxic encephalopathy (kerusakan otak akibat kurang oksigen) yang dipicu oleh keracunan alkohol akut.
Terdakwa yang kini berusia 44 tahun berdalih di depan persidangan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki niat seksual terhadap korban.
Argumen Jaksa dan Pembelaan
Pihak jaksa mengungkapkan bahwa Itaya mendesak korban untuk menghabiskan 32 sloki tequila hanya dalam waktu 90 menit. Jaksa juga menyebutkan bahwa terdakwa sempat mengajak korban ke hotel, namun permintaan tersebut ditolak oleh korban.
Di sisi lain, pengacara Itaya melakukan pembelaan dengan menyatakan bahwa kliennya memesan tequila karena korban mengangguk saat ditanya apakah ia bisa meminum alkohol.
Sebagai informasi, satu botol tequila umumnya memiliki kadar alkohol sekitar 40 persen, yang sangat berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah besar dalam waktu singkat.