Polisi Jepang Perketat Pengawasan Terhadap Serangan Pelaku Tunggal Jelang Pemilu


Badan Kepolisian Nasional Jepang (NPA) meningkatkan langkah-langkah keamanan untuk mencegah serangan oleh apa yang disebut sebagai pelaku tunggal (lone offenders) menjelang pemilihan Majelis Rendah yang dijadwalkan pada bulan Februari.
NPA menyatakan akan mendirikan pusat integrasi informasi “Ancaman LO” yang didedikasikan untuk mengumpulkan data tentang potensi pelaku tunggal, atau individu yang teradikalisasi dan kelompok kecil yang bertindak tanpa hubungan dengan organisasi.
Polisi mengatakan mereka akan meminta kelompok industri real estat untuk melaporkan bau yang tidak biasa, suara, atau situasi mencurigakan di properti di bawah manajemen mereka, untuk membantu mendeteksi tanda-tanda kemungkinan insiden.
Mereka juga akan bekerja untuk mengidentifikasi dengan cepat individu yang memposting konten berbahaya seperti ancaman pembunuhan, sehingga mereka dapat mengambil tindakan seperti mengeluarkan peringatan.
NPA berharap dapat memanfaatkan pengalamannya dan mengambil tindakan pencegahan dengan fokus intensif jangka pendek.
Polisi Jepang telah memposisikan pelaku tunggal sebagai ancaman keamanan. Penembakan fatal terhadap mantan Perdana Menteri Abe Shinzo pada tahun 2022 adalah insiden kunci yang mendorong adopsi tindakan pencegahan ini.