Polisi Hong Kong Hubungi Jepang Soal Serangkaian Perampokan Uang Tunai Misterius

Pejabat tertinggi kepolisian Hong Kong menyatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan polisi Jepang untuk menyelidiki kemungkinan keterkaitan antara dua perampokan dan satu percobaan perampokan di Tokyo dan Hong Kong.
Bulan lalu, sejumlah besar uang tunai menjadi target perampokan di kedua kota tersebut.
Pada 29 Januari, sekelompok warga negara Tiongkok dan Jepang dirampok lebih dari 400 juta yen (sekitar 2,6 juta dolar AS) di jalanan kawasan Taito, Tokyo.
Beberapa jam kemudian, dini hari 30 Januari, terjadi percobaan pencurian sejumlah besar uang di Bandara Haneda, Tokyo. Perampokan di Hong Kong terjadi pada hari yang sama.
Dalam konferensi pers pada hari Rabu, Komisioner Chow Yat-ming mengatakan polisi sedang menunggu respons dari pihak Jepang mengenai bentuk kerja sama yang dapat diberikan.
Dalam kasus Hong Kong, seorang pria Jepang berusia 50-an dirampok uang tunainya di distrik komersial yang ramai. Sejauh ini, empat orang — termasuk warga negara Jepang — telah didakwa atas konspirasi perampokan.
Salah satu dari mereka, warga negara Jepang berusia 27 tahun, diduga membawa uang tunai ke Hong Kong bersama korban dan menyerahkan informasi, termasuk jadwal perjalanan korban, kepada pelaku perampokan. Chow menyatakan tersangka mungkin telah menyerahkan sebagian uang tunai tersebut sebelum kejahatan dilakukan.
Otoritas Hong Kong juga mendakwa warga Jepang berusia 57 tahun atas konspirasi perampokan hampir 28 juta yen (sekitar 180.000 dolar AS) antara 30 dan 31 Januari.