Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi Pertegas Komitmen Penerapan Kebijakan Baru

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi kembali menegaskan janjinya untuk menerapkan apa yang disebutnya sebagai “kebijakan fiskal yang bertanggung jawab dan proaktif” dalam pidato kebijakannya di hadapan Parlemen (Diet) pada Jumat sore. Ia juga memaparkan rencana untuk mempercepat diskusi terkait pengajuan RUU tentang pajak konsumsi negara.
Partai Demokrat Liberal (LDP) yang dipimpin Takaichi sebelumnya telah membuat janji kampanye untuk menangguhkan pajak bahan pangan selama jangka waktu terbatas, yakni dua tahun.
Pada awal pidatonya yang ditujukan kepada kedua majelis di Parlemen, Takaichi menyinggung hasil pemilihan Majelis Rendah baru-baru ini. Ia menyatakan telah menerima dukungan kuat dari masyarakat untuk membawa perubahan penting dalam kebijakan bagaimanapun caranya.
Takaichi menyebut partainya akan melaksanakan janji kampanye serta apa yang telah disepakati dalam perjanjian koalisi dengan Partai Inovasi Jepang (Japan Innovation Party). Ia menambahkan bahwa pemerintahannya akan secara sungguh-sungguh dan tak tergoyahkan mengimplementasikan setiap kebijakan berdasarkan mandat rakyat.
Mengenai kebijakan ekonomi dan fiskal, Takaichi menekankan dirinya akan mendorong investasi domestik di bawah “kebijakan fiskal yang bertanggung jawab dan proaktif” guna membangun ekonomi yang tangguh di mana penerimaan pajak akan meningkat secara alami tanpa harus menaikkan tarif pajak.
Namun, ia mengklarifikasi bahwa ini bukan berarti kebijakan fiskalnya akan dilakukan secara sembrono. Takaichi menyatakan niatnya untuk memastikan keberlanjutan fiskal dengan terus menurunkan rasio utang terhadap PDB demi menjaga kepercayaan pasar.
Ia mengimbau kerja sama dari para anggota parlemen untuk segera mengesahkan RUU pajak dan RUU lainnya pada akhir tahun fiskal ini, serta mempercepat pembahasan RUU anggaran untuk tahun fiskal mendatang.
Terkait urusan luar negeri, Takaichi menyatakan akan memajukan diplomasi Jepang yang bertanggung jawab untuk menciptakan panggung perdamaian dan kemakmuran dunia, seraya menambahkan bahwa ia berencana mengembangkan kebijakan pemerintah secara strategis demi Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.
Lebih lanjut, ia menegaskan aliansi Jepang-AS adalah tonggak utama dari diplomasi dan kebijakan keamanan negaranya. Takaichi menyampaikan rencananya untuk mengunjungi Amerika Serikat paling cepat bulan depan untuk semakin memperkuat kepercayaan dengan Presiden Donald Trump.
Mengenai Tiongkok, sang Perdana Menteri mengulangi pendiriannya untuk merespons dengan tenang dan tepat dari sudut pandang kepentingan nasional, sambil terus membuka ruang dialog.
Pada sektor keamanan nasional, Takaichi mempresentasikan rencana untuk merevisi tiga dokumen keamanan nasional paling lambat akhir tahun ini, yang mana lebih cepat dari jadwal semula.