Penerbangan Pertama dari UEA Tiba di Jepang Pasca Gangguan Konflik Timur Tengah

Sebuah pesawat penumpang telah berhasil bertolak dari Uni Emirat Arab (UEA) dan mendarat di Jepang di tengah gangguan perjalanan udara yang disebabkan oleh serangan AS-Israel ke Iran serta serangan balasan dari Teheran.
Ini merupakan penerbangan pertama dari UEA ke Jepang sejak hari Minggu lalu, ketika layanan yang menghubungkan negara Timur Tengah tersebut ke tiga bandara utama Jepang—Haneda, Narita, dan Kansai—mulai dibatalkan. Pembatalan tersebut merupakan dampak dari penutupan wilayah udara UEA.
Penerbangan maskapai Emirates tersebut meninggalkan Dubai pada hari Kamis dan mendarat di Bandara Haneda sekitar pukul 23:00 waktu setempat di hari yang sama.
Salah satu penumpang, seorang warga Dubai berusia 20-an, menceritakan pengalamannya sebelum berangkat. Ia mengaku sempat panik dan takut akan keselamatannya di tengah konflik. Ia merasa sangat bersyukur bisa kembali ke Jepang, tempat keluarganya tinggal.
Penumpang lainnya, seorang wanita berusia 70-an yang sedang melakukan perjalanan wisata ke Dubai, juga menyatakan kelegaan yang luar biasa. Ia sempat khawatir tidak akan bisa pulang ke tanah air akibat situasi keamanan yang tidak menentu.
Meskipun mulai ada tanda-tanda pemulihan jadwal penerbangan antara UEA dan Jepang, wilayah udara Qatar dilaporkan masih tertutup. Maskapai Japan Airlines (JAL) berencana untuk tetap membatalkan penerbangan antara Haneda dan Doha hingga tanggal 14 Maret mendatang.