Perampokan 420 Juta Yen di Tokyo: Modus Penyelundupan Emas Terungkap?

Detail lebih lanjut mulai terungkap mengenai kelompok warga Tiongkok dan Jepang yang dirampok pada hari Kamis di Tokyo. Para pelaku melarikan diri dengan membawa kabur uang tunai sebesar 420 juta yen, atau sekitar 2,7 juta dolar AS.
Sumber-sumber investigasi mengutip pernyataan salah satu anggota kelompok korban yang mengatakan bahwa mereka telah dijanjikan bayaran puluhan ribu yen per hari untuk mengangkut uang tersebut.
Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo mengatakan bahwa kelompok tersebut sedang memuat tiga koper yang penuh uang ke dalam mobil pada Kamis malam di wilayah Higashi Ueno, Distrik Taito. Tiga penyerang menggunakan zat sejenis semprotan lada pada salah satu anggota kelompok, dan melarikan diri menggunakan mobil bersama koper-koper tersebut.
Salah satu anggota kelompok dilaporkan mengatakan kepada polisi bahwa tugasnya adalah mengangkut uang hasil penjualan perhiasan ke Hong Kong dan menukarkannya menjadi mata uang lokal. Anggota lainnya diyakini telah disewa khusus untuk membawa uang tunai tersebut.
Insiden serupa terjadi dua setengah jam kemudian di area parkir Bandara Haneda, Tokyo. Seorang penyerang dalam kendaraan putih menggunakan zat sejenis semprotan lada saat mencoba mencuri sekitar 190 juta yen (1,2 juta dolar AS) dari mobil kelompok lain.
Korban dilaporkan mengatakan kepada polisi bahwa mereka sedang mengangkut uang ke Hong Kong yang diperoleh melalui penjualan emas.
Pihak berwenang meyakini bahwa para penyerang dalam kedua kasus tersebut telah mengetahui tentang keberadaan uang dalam jumlah besar itu sebelumnya. Polisi saat ini sedang menyelidiki apakah kedua insiden tersebut saling berhubungan.