BERITA JEPANG
Umum Dunia 13 March 2026

Solidaritas Tanpa Batas! Penyintas Tsunami Aceh Gelar Doa Bersama untuk Korban Gempa dan Tsunami Besar Jepang 2011

Oleh NHK Sumber: NHK
Solidaritas Tanpa Batas! Penyintas Tsunami Aceh Gelar Doa Bersama untuk Korban Gempa dan Tsunami Besar Jepang 2011

Sekelompok warga di Provinsi Aceh, Indonesia, menggelar upacara khidmat untuk mengenang para korban Gempa Bumi dan Tsunami Besar Jepang Timur yang terjadi pada tahun 2011 silam.

Aceh, yang pernah mengalami dampak dahsyat dari tsunami Samudra Hindia tahun 2004, merasa memiliki ikatan batin yang kuat dengan masyarakat Jepang. Dalam acara memorial tersebut, para penyintas berjanji untuk terus mewariskan ingatan dan pelajaran berharga dari kedua bencana besar tersebut kepada generasi mendatang.

Pentingnya Mewariskan Pelajaran Bencana

Sekitar 70 orang berpartisipasi dalam acara ini, termasuk mahasiswa universitas dan perwakilan resmi dari Jepang. Tomy Mulia Hasan, mantan General Manager Museum Tsunami Aceh yang telah terlibat aktif dalam upaya bantuan dan rekonstruksi di kedua negara, menekankan betapa krusialnya berbagi pengalaman antarnegara yang rawan bencana.

“Generasi mendatang akan tumbuh tanpa mengetahui bahaya nyata dari tsunami jika ingatan akan bencana ini tidak terus disampaikan,” ujar Tomy. Melalui edukasi yang berkelanjutan, diharapkan masyarakat lebih siap dalam menghadapi potensi ancaman di masa depan.

Simbol Solidaritas: Pesan pada Burung Bangau Kertas

Sebagai bentuk empati dan solidaritas, para peserta menuliskan pesan-pesan dalam bahasa Jepang pada burung bangau kertas (origami crane) yang dibuat oleh para siswa setempat. Salah satu pesan menekankan bahwa mengingat sejarah adalah kunci utama untuk mengetahui bagaimana merespons bencana dengan cepat dan tepat.

Tsunami Samudra Hindia 2004 sendiri menelan lebih dari 160.000 korban jiwa atau hilang di Indonesia. Kini, melalui berbagai forum dan kegiatan seperti ini, komunitas di Aceh dan Jepang terus saling mendukung untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana demi mencegah jatuhnya korban jiwa di masa yang akan datang.