Terobosan! Jepang Sukses Tambang Tanah Jarang dari Kedalaman 5.700 Meter

Para peneliti Jepang telah berhasil menambang lumpur yang dipercaya mengandung unsur-unsur tanah jarang dari dasar laut sekitar 5.700 meter di bawah permukaan laut.
Kapal penelitian Chikyu, yang dioperasikan oleh Badan Ilmu Pengetahuan Bumi dan Teknologi Kelautan Jepang, atau JAMSTEC, telah melakukan penggalian uji coba terhadap lumpur sejak Januari.
Dasar laut tersebut berada dalam zona ekonomi eksklusif Jepang di Samudra Pasifik, sekitar 150 kilometer tenggara Pulau Minamitorishima Jepang.
Uji coba tersebut dilakukan dalam proyek yang dipimpin oleh Kantor Kabinet Jepang. Pejabat mengatakan bahwa pengambilan lumpur dimulai pada Jumat kemarin, dan pekerjaan untuk mengangkatnya ke kapal dilakukan untuk pertama kalinya dini hari Minggu.
Untuk mengangkat lumpur, pipa dengan perangkat penambangan di ujungnya diperpanjang ke dasar laut.
Eksperimen serupa menggunakan perangkat tersebut dilakukan empat tahun yang lalu untuk mengangkat lumpur dari kedalaman 2.470 meter di lepas pantai Prefektur Ibaraki, timur laut Tokyo.
Para peneliti mengatakan bahwa uji coba terbaru membuktikan bahwa sistem tersebut berfungsi pada kedalaman lebih dari dua kali lipat, di bawah tekanan air yang intens.
Chikyu akan menyelesaikan misinya pada hari Senin dan kembali ke Pelabuhan Shimizu di Prefektur Shizuoka, Jepang tengah, pada tanggal 15 Februari.
Uji coba akan dilakukan kemudian untuk memisahkan dan mengekstraksi logam-logam tersebut.
Diskusi tentang peluncuran produksi skala besar unsur-unsur tanah jarang juga sedang direncanakan.
Kantor Kabinet berencana melakukan uji coba penambangan 350 ton lumpur per hari di dasar laut pada Februari tahun depan.
Lumpur tersebut akan dibawa dengan kapal ke Minamitorishima untuk mengeringkan air laut sebelum bahan-bahan yang ditambang dibawa ke daratan utama.
Total biaya penambangan, pengolahan, dan pengiriman untuk proyek tersebut akan dihitung dan disusun dalam laporan hingga Maret 2028.