Pemerintah Jepang Berencana Gunakan AI Generatif untuk Kurangi Lembur Pegawai

Pemerintah Jepang mengumumkan rencana untuk menggunakan kecerdasan buatan (AI) generatif guna meningkatkan efisiensi dan mengurangi jam kerja lembur para pegawainya.
Para wakil menteri dan pejabat dari berbagai kementerian dan lembaga bertemu pada hari Kamis untuk meninjau pedoman promosi keseimbangan kehidupan kerja (work-life balance) yang lebih baik bagi pekerja pemerintah.
Pedoman baru tersebut menyatakan bahwa penggunaan AI diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi dalam pembuatan dokumen dan pelaksanaan tugas-tugas lainnya.
Salah satu contoh yang disebutkan adalah penggunaan AI oleh pegawai negeri untuk membantu menyiapkan tanggapan menteri Kabinet terhadap pertanyaan dalam sesi komite Diet (Parlemen), guna mengurangi jam kerja lembur.
Pedoman tersebut juga menekankan bahwa pejabat administratif senior di pemerintahan harus memberikan contoh dengan bekerja dari rumah dan menggunakan jam kerja fleksibel untuk mendorong bawahan mereka melakukan hal yang sama.
Pedoman ini menekankan perlunya membiarkan karyawan merasa nyaman dalam terus bekerja dan menikmati kepuasan kerja.
Peninjauan ini dilakukan di tengah persaingan yang semakin ketat dengan sektor swasta untuk merekrut tenaga kerja baru. Pedoman tersebut memperingatkan bahwa kegagalan dalam merekrut pekerja berbakat akan menyebabkan penurunan kualitas kebijakan dan layanan administrasi.