BERITA JEPANG
Politik 03 March 2026

Pemerintah Jepang Janjikan Upaya Diplomasi di Tengah Serangan ke Iran

Oleh NHK Sumber: NHK
Pemerintah Jepang Janjikan Upaya Diplomasi di Tengah Serangan ke Iran

Pemerintah Jepang menyatakan akan terus melanjutkan upaya diplomasi dengan negara-negara terkait guna meredakan ketegangan menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Isu mengenai Iran menjadi sorotan utama dalam rapat Komite Anggaran Majelis Rendah pada Senin kemarin. Berbagai pertanyaan diajukan oleh anggota parlemen mengenai sikap resmi pemerintah.

Muraoka Toshihide, kepala komite strategi pemilihan Partai Demokrat untuk Rakyat (DPFP), mendesak Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk mengambil inisiatif kepemimpinan guna mencegah perkembangan situasi yang tidak terduga. Sementara itu, Ketua Partai Komunis Jepang, Tamura Tomoko, meminta pemerintah untuk mendesak AS dan Israel agar menghentikan serangan pendahuluan (preemptive strikes).

Komitmen Pemerintah

PM Takaichi menyatakan bahwa timnya tengah menyusun jadwal diplomatik yang memungkinkan dirinya melakukan upaya maksimal untuk memulihkan perdamaian di Timur Tengah. Ia menambahkan bahwa pemerintahannya sudah mulai bergerak ke arah tersebut.

Pada Senin malam, Menteri Luar Negeri Motegi Toshimitsu mengadakan pertemuan terpisah di Tokyo dengan duta besar Israel dan Iran untuk Jepang. Dalam pertemuan dengan utusan Iran, Motegi menyerukan agar Iran menghentikan segala tindakan yang dapat mengguncang stabilitas kawasan, termasuk serangan terhadap negara-negara tetangga.

Keamanan Warga Negara Jepang

Selain upaya diplomasi, pemerintah juga fokus pada perlindungan warga negara. Kementerian Luar Negeri melaporkan ada sekitar 8.900 warga negara Jepang yang tersebar di 11 negara di kawasan tersebut, termasuk Iran dan Israel.

Hingga saat ini, pemerintah telah membantu mengevakuasi lima warga Jepang dari Israel melalui jalur darat menuju Amman, Yordania. Otoritas menegaskan akan melakukan segala upaya untuk memastikan keselamatan warga Jepang, dan persiapan sedang dilakukan untuk membantu beberapa warga di Iran yang ingin meninggalkan negara tersebut.