Pemerintah Jepang akan memanfaatkan dana cadangan untuk memastikan mineral kritis


Berita ini telah diketahui NHK bahwa pemerintah Jepang berencana mengalokasikan 39 miliar yen, atau sekitar 250 juta dolar, untuk mendiversifikasi rantai pasokan mineral kritis, termasuk unsur tanah jarang.
Keputusan ini diambil setelah pengumuman Kementerian Perdagangan China awal bulan ini yang telah menegangkan pembatasan ekspor barang ganda kegunaan ke Jepang yang memiliki potensi aplikasi militer.
Perusahaan di Jepang semakin waspada bahwa mereka mungkin tidak dapat memastikan mineral kritis, termasuk unsur tanah jarang.
Pemerintah akan mengalokasikan jumlah tersebut dari dana cadangan dalam anggaran tahun fiskal saat ini.
Dana akan dibagikan melalui organisasi yang didukung negara Jepang Organization for Metals and Energy Security, atau JOGMEC, yang mendukung perusahaan Jepang dengan proyek penambangan atau pengolahan di luar negeri.
Pemerintah juga berencana menyisihkan 2 miliar yen, atau lebih dari 12 juta dolar, untuk upaya mengembangkan ekspor produk laut dari Jepang ke wilayah yang lebih luas.
Tiongkok sebelumnya telah mengambil langkah yang efektif menghentikan impor. Barang-barang tersebut baru-baru ini kembali diimpor setelah dua tahun.