BERITA JEPANG
Domestik Wisata Lifestyle 28 January 2026

Selamat Tinggal! Panda Kembar Terakhir Jepang Tiba dengan Selamat di China

Oleh NHK Sumber: NHK
Selamat Tinggal! Panda Kembar Terakhir Jepang Tiba dengan Selamat di China

Sebuah era telah berakhir di Kebun Binatang Ueno. Dua panda raksasa yang lahir dan dibesarkan di Tokyo, Xiao Xiao dan Lei Lei, telah mendarat dengan selamat di pusat konservasi dan penelitian di Provinsi Sichuan, China. Kedatangan si kembar berusia 4 tahun ini menandai momen bersejarah dan emosional: untuk pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun, Jepang kini tidak memiliki satu pun panda raksasa.

Xiao Xiao dan Lei Lei meninggalkan Kebun Binatang Ueno pada hari Selasa, sedikit lebih awal dari berakhirnya perjanjian peminjaman resmi pada bulan Februari. Kepergian mereka diwarnai isak tangis ribuan penggemar yang berkumpul untuk mengucapkan selamat tinggal terakhir.

Reuni Keluarga

Pasangan panda ini tiba di bandara dekat Chengdu pada Rabu pagi dan langsung dibawa ke pusat konservasi. Asosiasi Konservasi Satwa Liar China mengonfirmasi bahwa keduanya dalam kondisi sehat. Mereka akan menjalani masa karantina wajib sebelum diperkenalkan ke habitat baru mereka.

Menariknya, kepindahan ini akan menjadi reuni keluarga. Ibu mereka, Shin Shin, dan kakak perempuan mereka yang sangat populer, Xiang Xiang, juga telah tinggal di pusat yang sama sejak kembali dari Jepang.

Akhir dari Era 1972

Kepergian si kembar ini meninggalkan kekosongan besar. Ini adalah kali pertama Jepang tanpa panda raksasa sejak tahun 1972, tahun di mana Beijing pertama kali mengirimkan dua panda sebagai simbol “Diplomasi Panda” untuk merayakan normalisasi hubungan diplomatik kedua negara.

Meskipun Tokyo telah mengajukan permintaan resmi untuk peminjaman panda baru, Beijing hingga kini belum memberikan tanggapan spesifik. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China hanya menyatakan, “Kami, seperti biasa, menyambut teman-teman Jepang untuk datang mengunjungi panda raksasa di China.”

Sambutan Hangat

Di Sichuan, antusiasme menyambut kepulangan mereka sangat tinggi. Lebih dari 10 pengunjung, campuran warga lokal dan turis Jepang, rela menunggu di luar pusat konservasi sejak pukul 4 pagi pada hari Rabu.

Seorang wanita terlihat memegang spanduk bertuliskan, “Xiao Xiao dan Lei Lei, selamat datang kembali.”

Seorang turis dari Tokyo yang ikut menyusul ke China mengungkapkan kelegaannya. “Saya lega mereka tiba dengan selamat. Saya berharap karantina segera berakhir agar kami bisa melihat mereka lagi,” ujarnya penuh harap.