Anniversary ke-45 Pac-Man: Ikon Game Klasik yang Terus Membentuk Budaya Pop

Hampir semua orang akrab dengan Pac-Man, karakter kuning kecil yang melahap jalan di labirin dengan suara “waka-waka” khasnya. Game arkade klasik ini membantu meluncurkan video game Jepang ke panggung global, membuka jalan bagi Mario dan Pokémon. Si bola ikonik ini kini merayakan ulang tahunnya yang ke-45, dan tetap dikenal serta dicintai seperti biasa.
Pac-Man dirilis pada tahun 1980 dan dirancang agar mudah dimainkan: Gamer mengarahkan karakter melalui labirin sambil menghindari hantu yang mengejarnya. Mudah dipelajari tetapi sulit dikuasai, game ini dengan cepat menyebar dari pusat game Jepang ke arkade di seluruh Amerika Serikat dan dunia.
Game klasik ini sekarang ditampilkan di Museum Paley di New York City, ruang yang didedikasikan untuk warisan televisi dan media Amerika. Pameran khusus menawarkan pengunjung penyelaman mendalam ke asal-usul dan dampak budaya Pac-Man.
Desainer video game Jepang, Iwatani Toru, adalah pencipta Pac-Man, yang terkenal mendapatkan inspirasinya dari piza yang kehilangan satu potongannya. Iwatani ingin menciptakan karakter yang terasa ramah dan mudah didekati, yang daya tarik universalnya akan melampaui demografi maskulin yang mendominasi arkade pada akhir 1970-an.
Ron Simon, kurator kepala Museum Paley, mengatakan Pac-Man “mengundang semua orang” untuk datang dan bermain. “Pada akhir 70-an, sebagian besar game arkade benar-benar untuk pria (game tembak-menembak). Tapi Pac-Man membuka video game untuk seluruh keluarga, terutama wanita,” kata Simon.
Alih-alih menembakkan senjata, pemain hanya memakan pelet. Nama Pac-Man berasal dari frasa Jepang “paku-paku taberu,” yang menggambarkan bunyi mulut saat melahap sesuatu. Konsepnya intuitif dan tanpa kekerasan.
Hantu-hantu dalam game juga menjadi kunci kesuksesan. Ada empat hantu berwarna: Blinky, Pinky, Inky, dan Clyde. Iwatani memberi setiap hantu kepribadian dan pola gerakan yang berbeda, membuat mereka tidak dapat diprediksi. Keseimbangan antara rasa takut dan kesenangan inilah yang menciptakan tantangan permainan.
Pameran ini menampilkan kotak makan siang Pac-Man, termos, dan perlengkapan sekolah — barang-barang yang pernah dibawa dengan bangga ke ruang kelas di tahun 80-an. “Itu adalah lencana kehormatan,” jelas Simon. “Itu menunjukkan bahwa Anda tidak hanya bermain Pac-Man, Anda hidup di alam semesta Pac-Man.”
Iwatani pernah berkata bahwa ia ingin Pac-Man membawa kebahagiaan, dan warna kuning cerah karakter tersebut melambangkan optimisme. Dekade berlalu, niat ini masih bergaung. “Setiap orang yang bermain Pac-Man bahagia,” kata Simon.