Menteri Jepang Sinyalkan Belum Ada Rencana Pelepasan Cadangan Minyak

Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang, Akazawa Ryosei, menyatakan bahwa saat ini belum ada rencana mendesak untuk menggunakan cadangan minyak negara.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus memantau pasokan minyak secara ketat menyusul konflik yang masih berlangsung di Iran.
“Pelepasan cadangan minyak bukan ditujukan untuk menekan harga, melainkan dilakukan untuk memastikan stabilitas pasokan dalam situasi yang dapat menyebabkan kelangkaan,” ujar Akazawa kepada wartawan pada hari Selasa. “Kami akan mengawasi rantai pasokan dengan sangat teliti.”
Ketergantungan pada Timur Tengah
Pernyataan Akazawa muncul setelah adanya laporan bahwa banyak kapal tanker minyak mulai menghindari Selat Hormuz karena meningkatnya risiko keamanan bagi awak kapal dan kapal itu sendiri.
Jepang sangat bergantung pada kawasan tersebut, dengan lebih dari 90 persen minyak mentah berasal dari Timur Tengah, di mana sebagian besarnya dikirim melalui Selat Hormuz.
Hingga akhir tahun lalu, Jepang memiliki cadangan minyak yang cukup untuk memenuhi kebutuhan selama sekitar 250 hari. Cadangan ini mulai dibangun secara besar-besaran setelah krisis minyak tahun 1973 yang menyebabkan lonjakan harga yang ekstrem.
Akazawa menambahkan bahwa satgas khusus yang dibentuk di kementeriannya akan terus memantau situasi dan menilai potensi dampaknya terhadap perekonomian Jepang secara menyeluruh.