BERITA JEPANG
Internasional Hukum 04 March 2026

Markas Pusat Unification Church di Korea Selatan Tanggapi Perintah Pembubaran di Jepang

Oleh NHK Sumber: NHK
Markas Pusat Unification Church di Korea Selatan Tanggapi Perintah Pembubaran di Jepang

Seorang narasumber yang terkait dengan markas pusat kelompok yang sebelumnya dikenal sebagai Unification Church di Korea Selatan, telah memberikan komentar terkait keputusan pengadilan Tokyo yang memerintahkan pembubaran kelompok tersebut sebagai badan hukum keagamaan di Jepang.

Pengadilan Tinggi Tokyo mengeluarkan perintah tersebut pada hari Rabu (04/03/2026), menolak banding kelompok tersebut dan menguatkan keputusan pengadilan tingkat rendah.

Narasumber tersebut, yang telah bekerja di markas pusat organisasi selama bertahun-tahun, mengatakan kepada NHK bahwa dirinya tidak terkejut dengan perintah pengadilan tersebut. Ia merasa bahwa apa yang seharusnya terjadi akhirnya benar-benar terjadi.

Terkait dampak dari perintah pembubaran tersebut, ia menyebutkan bahwa donasi dari Jepang sangat besar bagi organisasi, namun kini jumlahnya telah menurun secara signifikan. Jelas sekali bahwa jika donasi tersebut mengering, kelompok di Korea Selatan akan menghadapi banyak kendala finansial. Selain itu, ia menyoroti kemungkinan adanya disorientasi di antara para pengikut sebagai isu utama.

Narasumber tersebut mengatakan bahwa sebelum keputusan pengadilan keluar, sekitar 500 orang yang terkait dengan organisasi menghadiri pertemuan di Korea Selatan pada hari Senin. Dalam pertemuan itu, para peserta diberi tahu bahwa kelompok tersebut akan tetap berjalan seperti biasa meskipun organisasi di Jepang dibubarkan, dan mereka diminta untuk tidak khawatir.

Ia menggambarkan pertemuan tersebut sebagai ajang bagi para peserta untuk bertekad dan berjanji akan melanjutkan apa yang telah mereka lakukan dengan sepenuh hati, tanpa tergoyahkan oleh apa pun yang terjadi.

Meski menghadapi kesulitan, ia yakin kelompok tersebut akan mampu mengatasi krisis ini. Ditambahkan pula bahwa kelompok tersebut berniat untuk menangani situasi ini dengan tekad yang kuat sebagai kelompok keagamaan asal Korea Selatan.

Di sisi lain, ia juga mencatat bahwa kelompok tersebut harus merefleksikan diri apakah mereka telah gagal melakukan apa yang sepatutnya atau mungkin telah menyimpang dari tujuan awal mereka. Ia merasa sekaranglah saatnya bagi organisasi untuk kembali ke prinsip-prinsip dasarnya, termasuk mengupayakan transparansi keuangan yang lebih besar.