Liburan Imlek Dimulai, Kunjungan Wisatawan Tiongkok ke Jepang Diprediksi Menurun

Liburan Tahun Baru Imlek tahun ini telah dimulai pada hari Minggu. Namun, para pelancong membuat rencana yang berbeda tahun ini di tengah hubungan yang dingin antara Tokyo dan Beijing.
Warga Tiongkok diperkirakan akan melakukan total 9,5 miliar perjalanan selama periode liburan ini. Media Tiongkok menyebutkan bahwa Jepang tidak termasuk dalam 10 besar tujuan wisata luar negeri tahun ini.
Korea Selatan menjadi salah satu negara populer tahun ini, dengan banyak turis Tiongkok terlihat di tempat-tempat wisata di Seoul. Seorang pelancong dari Tiongkok mengatakan bahwa ia tidak memiliki rencana untuk pergi ke Jepang tahun ini.
Di Jepang, toko-toko yang melayani wisatawan asing mulai menyesuaikan strategi bisnis mereka. Sebelum pandemi virus corona, distrik Ginza di Tokyo biasanya dipadati pengunjung Tiongkok selama musim liburan. Sebuah pengecer barang bermerek bekas yang dulunya menawarkan produk berwarna cerah favorit pembeli Tiongkok kini mengubah jajaran produknya, berharap dapat menarik wisatawan dari belahan dunia lain.
Sebuah restoran yang mengkhususkan diri pada daging sapi Kobe kini menargetkan pelanggan domestik. Para pekerja di sana mengatakan bahwa dulu tidak jarang rombongan turis Tiongkok menghabiskan sekitar 1.300 dolar untuk makan mereka. Restoran tersebut kini berfokus pada paket makanan yang lebih terjangkau yang ditujukan untuk pelanggan domestik.
Sebuah keluarga Tiongkok yang membatalkan rencana mereka ke Jepang mengatakan: “Keluarga saya berencana pergi ke Hokkaido, tetapi kami membatalkannya karena ketegangan bilateral yang meningkat. Kami sangat kecewa. Tapi kami pikir kami akan memiliki kesempatan lain.”
Jumlah pengunjung Tiongkok ke Jepang diperkirakan akan menurun, karena Beijing terus mengimbau warganya untuk menjauh.